Round-Up

Maaf Garuda Indonesia untuk PMI yang Telantar di Abu Dhabi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 05:16 WIB
Kepala BP2MI melakukan video call dengan PMI terlantar di Bandara Abu Dhabi.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani melakukan video call dengan salah satu PMI yang telantar di Bandara Abu Dhabi (Foto: Screenshot video)
Jakarta -

Puluhan pekerja migran asal Indonesia (PMI) tertahan di Bandara Abu Dhabi. Mereka tak bisa terbang ke Tanah Air kerana hari ini tidak ada penerbangan yang melayani ke Jakarta, padahal sudah memesan tiket.

Informasi mengenai puluhan PMI terlantar di Bandara Abu Dhabi ini beredar di grup WhatsApp. Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani membenarkannya setelah melakukan pengecekan langsung.

"Tadi saya udah telepon salah satu dari PMI bernama Sofyan, saya minta keterangan ternyata memang jumlah mereka 50, mereka confirm penerbangan hari ini dengan Garuda. Ternyata setelah sampai di bandara tidak ada penerbangan," kata Benny Rhamdani saat dihubungi, Minggu (31/5/2020).

Benny mengatakan dari 50 orang PMI, 15 orang di antaranya bisa kembali ke majikannya. Sedangkan 35 orang lainnya tetap berada di bandara.

"15 orang dari 50 itu bisa kembali ke majikannya, tapi yang 35 tetap di bandara karena mereka sudah resign," katanya.

Mendapat kabar tersebut, Benny berkomunikasi dengan perwakilan Atase Ketenagakerjaan di Abu Dhabi. Benny meminta untuk 35 orang PMI yang masih terlantar untuk ditindaklanjuti.

"Saya pesankan ke Atnaker jika memang dia berikan keterangan soal hari ini tidak ada penerbangan Garuda, saya juga tanya kok kenapa bisa begitu, toh sudah confirm. Dia hanya mengatakan dia juga tidak tahu kenapa, mungkin ini ada perbedaan informasi antara Traveloka dan Garuda itu sendiri," katanya.

Simak video 'Cerita TKI yang Telantar-Dimarahi Polisi di Bandara Abu Dhabi':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2