102 Tahun Berdiri, Ini Cara Jamu Jago Pertahankan Jati Diri

Content Promotion - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 08:03 WIB
Jamu
Foto: Dok. Jamu Jago
Jakarta -

Tepat pada hari ini Senin (1/6/2020), Jamu Jago menginjak usia 102 tahun. Pada saat itu, perusahaan ini dibangun oleh seorang pria muda bernama T.K. Suprana pada tahun 1918 yang awalnya bermula hanya dari toko jamu sederhana.

Pada saat itu, jamu yang didagangkan masih dibuat secara tradisional dan hanya dapat dikonsumsi di sekitar tempat Ia berjualan saja. Namun dalam perkembangannya, T.K. Suprana memiliki visi bahwa jamu dapat dikonsumsi secara massal oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Untuk mewujudkan visinya tersebut, ia kemudian mulai mempelajari mengenai metode pembuatan jamu hingga akhirnya terciptalah jamu sachet yang dapat disajikan hanya menggunakan air panas saja. Jamu ini kemudian dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia dan dikenal dengan nama Jamu Jago.

Saat ini, sudah selama 10 tahun Jamu Jago dijalankan oleh generasi ke-4. Jamu Jago tetap dapat mempertahankan kejayaannya di tengah perubahan zaman yang cukup drastis dengan berbagai inovasi yang dikembangkan.

Mulai dari menciptakan produk dengan khasiat untuk berbagai kalangan, pengembangan manajemen, serta teknologi yang terus dikembangkan. Contohnya melalui distribusi melalui modern market yang tepat, digital marketing, serta e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, hingga official store Jamu Jago pada https://djago.store.

Modernisasi yang dilakukan Jamu Jago diterapkan dengan mengikuti standar produksi yang terbaru dan diakui oleh dunia. Jamu Jago terus berinovasi menciptakan produk-produk baru dengan membawa pengetahuan tradisional yang disajikan dalam bentuk modern seperti salah satunya ialah produk line Bebe Roosie.

JamuFoto: Dok. Jamu Jago

Meski ada berbagai inovasi dan perkembangan, Jamu Jago tetap menganggap tradisi jamu sebagai sesuatu yang penting, oleh karena itu Jamu Jago masih tetap mempertahankan distribusi secara tradisional melalui jamu gendong dan toko jamu seduh.

(ads/ads)