Pendaftaran Sekolah DKI Via Online, Anak Nakes Corona Diberi Jalur Afirmasi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 15:23 WIB
Ilustrasi PPDB (Andhika Akbarayansyah)
Ilustrasi PPDB (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jakarta -

Tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Jakarta digelar secara daring (online). PPDB tahun ini digelar dari tingkatan pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Petunjuk teknis (juknis) PPDB 2020/2021 ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Nahdiana melalui Surat Keputusan Nomor 501 Tahun 2020, ditandatangani pada 11 Mei 2020, seperti dilihat detikcom pada Jumat (29/5/2020).

Tahapan PPDB 2020/2021 dimulai dari prapendaftaran hingga pendaftaran. Prapendaftaran dilakukan melalui situs ppdb.jakarta.go.id.

Syarat prapendaftaran PPDB adalah akta kelahiran, kartu keluarga, surat pernyataan pertanggungjawaban mutlak tentang keabsahan dokumen dari orang tua bermeterai Rp 6.000, hingga rapor.

Pendaftaran PPDB, pelaksanaan untuk PAUD dan SLB sejak verifikasi berkas sampai lapor diri dimulai pada 22 Juni hingga 10 Juli melalui WhatsApp, SMS, dan e-mail.

Pendaftaran PPDB untuk SD sejak pendaftaran hingga lapor diri dimulai pada 15 Juni sampai 9 Juli 2020 secara daring, yakni lewat situs ppdb.jakarta.go.id. Ada berbagai jalur, dari jalur inklusi hingga jalur zonasi berbasis provinsi dan luar DKI.

Pendaftaran PPDB untuk SMP dan SMA juga dimulai dari pendaftaran hingga lapor diri. Ada berbagai jalur, yakni jalur inklusi hingga jalur prestasi akademik, secara umum tanggalnya dimulai 15 Juni hingga 9 Juli. Semuanya dilakukan secara daring.

Pendaftaran PPDB untuk SMK dimulai dari pendaftaran hingga lapor diri, sejak 15 Juni hingga 9 Juli. Ada berbagai jalur, mulai dari jalur inklusi sampai jalur prestasi. Semuanya dilakukan secara daring.

Pendaftaran PPDB untuk Paket A, B, dan C dimulai dari 27 Juli hingga 5 Agustus 2020. PPDB untuk Paket A, B, dan C dilakukan lewat WhatsApp/SMS/e-mail.

Hal yang juga berbeda dari tahun sebelumnya adalah masuknya anak para tenaga kesehatan COVID-19 yang meninggal dunia pada jalur afirmasi.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3