TransJ Punya Dirut Baru, PDIP Minta Anies Petik Pelajaran Insiden Salah Tunjuk

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 11:07 WIB
Bus TransJakarta di koridor 13
TransJakarta (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Masa kekosongan posisi Dirut TransJ setelah adanya insiden salah tunjuk seorang terpidana akhirnya berakhir. Pemprov DKI telah menetapkan Sardjono Jhony Tjitrokusumo, mantan Direktur Utama (Dirut) BUMN Merpati, sebagai Dirut TransJakarta. Fraksi PDIP DPRD DKI meminta pemprov harus belajar dari kesalahan sebelum penunjukan Sardjono, jangan lagi asal tunjuk.

"Soal kemarin itu pemprov seharusnya sudah harus belajar dalam menentukan orang, jangan nanti salah tunjuk lagi, kita kan nggak tahu siapa Sardjono ini. Artinya siapa yang rekomendasi, kita kan nggak tau," kata Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Pandapotan Sinaga kepada wartawan, Jumat (29/5/2020).

Meski begitu, Sekretaris Komisi B DPRD DKI ini menyayangkan kenapa pemprov tidak menunjuk orang dalam untuk menduduki posisi tersebut. Jadi, menurutnya, sudah mengetahui masalah yang ada pada TransJakarta.

"Kenapa nggak orang dalam, yang paham tentang TransJakarta, kenapa harus orang luar lagi, apalagi sekarang ini kan lagi penting-pentingnya kebutuhan TransJakarta," ujar Pandapotan.

Dia mengatakan pihaknya akan segera mengundang Sardjono untuk mengikuti rapat. Sekaligus mengetahui bagaimana profil Sardjono.

"Nanti kita lihat profilnya, nanti akan kita pelajari. Nanti kita undang rapat lagi. Supaya jangan ada masalah lagi," kata Pandapotan.

Penunjukan Sardjono sebagai Dirut TransJ sudah diputuskan melalui rapat pemegang saham. Sekretaris Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Jakarta Riyadi mengatakan Sardjono dipilih karena dianggap berpengalaman di bidang transportasi.

"Sudah ada. Sudah diputuskan oleh RUPS (rapat umum pemegang saham) Pak Jhony. Keputusan diambil kemarin. Karena beliau punya kompetensi untuk menjalankan bisnis. Pengalaman di BUMN Merpati, kalau tidak salah. Walaupun beda moda, tapi punya pengalaman di transportasi, asesmen juga lolos," kata Riyadi.

Sebelumnya, Dirut TransJ dijabat oleh Donny Saragih, tapi Pemprov DKI Jakarta membatalkannya pada 29 Januari 2020, tak lama sejak dia dipilih. Pembatalan itu terjadi setelah Donny diketahui berstatus terpidana kasus penipuan.

(eva/fjp)