Dua Penjual Tanaman Kantong Semar Langka Ditangkap di Kalbar

Adi Saputro - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 22:01 WIB
Dua Penjual Kantong Semar Langka Ditangkap
Penjualan ilegal tumbuhan kantong semar langka khas Kalimantan. (Foto: dok. Istimewa)

Kemudian mereka menjualnya secara online kepada pembeli dari luar Pulau Kalimantan dan pembeli internasional, antara lain dari Taiwan, Penang, Kuching, dan Kuala Lumpur.

"Ini pertama kali Gakkum KLHK menyidik kasus perdagangan tumbuhan dilindungi. Kami akan mengembangkan kasus ini, terutama menelusuri jaringan internasional penyelundupan tanaman dilindungi," tegas Sustyo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku, penyidik KLHK menetapkan RB (23) sebagai tersangka, sedangkan MT (32) diperiksa sebagai saksi.

Penyidik PNS menjerat keduanya dengan Pasal 21 ayat 1 huruf (a) juncto Pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukum pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta.

Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Nepenthes clipeata termasuk tumbuhan karnivora endemik yang hanya tumbuh di Bukit Kelam, Sintang, Kalbar.

Bahkan IUCN (International Union for Conservation of Nature) pada 2014 menetapkan Nepenthes clipeata yang tumbuh di celah-celah curam batuan granit ini dalam Red List sebagai critically endangered atau sangat berisiko punah.

Halaman

(aud/aud)