Tok! Mafia 19 Kg Sabu Jaringan Malaysia di Pontianak Divonis Mati

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 11:28 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Foto: Ilustrasi palu hakim (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) menjatuhkan hukuman mati kepada Ahmad Sajali (24). Warga Kalayan Barat, Banjarmasin itu terbukti menyelundupkan 19 kg sabu dari Malaysia ke Indonesia.

Kasus bermula saat Sajali direkrut menjadi anggota mafia narkoba pada 2017 silam. Ia menjadi kaki tangan Confucius (DPO) dan bertugas mengedarkan sabu di Banjarmasin dengan imbalan Rp 75 juta. Narkotika itu semuanya didapat dari Malaysia yang diselundupkan lewat jalur darat.

Pada Agustus 2019, Sajali diminta mengambil 19 kg sabu di Pontianak. Sabu itu diambil dari sebuah kamar hotel yang sudah disiapkan di sebuah tas ransel. Tas itu kemudian dibawa ke Pelabuhan Dwikora dengan tujuan akan dikirim ke Makassar.

Saat hendak memasuki kawasan pelabuhan, Sajali yang mengendarai mobil itu diberhentikan aparat kepolisian. Sajali tidak berkutik dan terbongkarlah jejak kelam Sajali bisnis narkoba. Sajali akhirnya duduk di kursi pesakitan.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Ahmad Sajali alias Ahmad bin Mardiansyah tersebut dengan pidana mati," kata ketua majelis Prayitno Iman Santoso sebagaimana tertuang dalam putusan yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (28/5/2020).

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2