Kasus Suap Proyek Jalan di Kaltim, Kepala BPJN XII Dituntut 6 Tahun Penjara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 21:23 WIB
Kepala (nonaktif) BPJN Wilayah XII Balikpapan Refly Ruddy Tangkere diperiksa KPK. Ia adalah salah satu tersangka di kasus suap proyek jalan di Kalimantan Timur.
Refly Ruddy Tangkere (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan nonaktif Refly Ruddy Tangkere dituntut 6 tahun hukuman penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Refly diyakini menerima uang suap dari Hartoyo selaku pemilik PT Harlis Tata Tahta agar mendapat proyek pekerjaan jalan di Kalimantan Timur.

"Supaya majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan pidana selama 6 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda Rp 250 juta subsider pidana pengganti 6 bulan kurungan," kata jaksa KPK membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Samarinda, Kaltim, Rabu (27/5/2020).

Jaksa menyebut perbuatan Refly itu dilakukan bersama-sama dengan pejabat pembuat komitmen di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan Andi Tejo Sukmono. Dalam sidang ini, Andi Tejo dituntut 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.

"Supaya majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan pidana selama 7 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda Rp 300 juta subsider pidana pengganti 6 bulan kurungan," ujar jaksa.

Jaksa menyebut Refly dan Andi Tejo diduga menerima uang suap dari Hartoyo dengan total Rp 9.001.990.000. Uang itu kemudian dibagi dua masing-masing Rp 1.400.000.000 untuk Refly dan Rp 7.601.990.000 untuk Andi.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2