Gelontorkan Rp 7 M, Pemkab Sumedang Beri Bansos ke 14.750 KK

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 17:44 WIB
Pemkab Sumedang
Foto: Pemkab Sumedang
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Sumedang menyampaikan progres pemberian bantuan sosial yang diberikan kepada 15.000 kepala keluarga telah mencapai 98,33%. Bentuk penyaluran Bantuan Sosial dengan dana yang bersumber dari Data Non DTKS Kabupaten Sumedang tersebut adalah bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan melalui Bank Sumedang.

"Progresnya sampai dengan saat ini telah disalurkan sebanyak 14.750 Kepala Keluarga dengan total nilai uang yang telah disalurkan yaitu sebesar Rp.7.375.000.000," seperti yang ditulis dalam rilis Pemkab Sumedang, Rabu (27/5/2020).

Adapun bantuan sosial dari pos lainnya, sejak 14 Mei 2020 secara bertahap mulai disalurkan, baik itu bantuan yang berasal dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Dana Desa serta Bantuan berupa Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) yang dikelola oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang selama ini sudah berjalan setiap hari.

Di sisi lain, para Pemkab Sumedang juga akan memberikan insentif kepada para tenaga medis yang sedang berjuang di garda terdepan. Rincian dari insentif tersebut antara lain pencairan insentif sebesar Rp. 74.705.000 kepada Rumah Sakit Umum Sumedang untuk kegiatan isolasi Wisma Simpati di Islamic Centre yang bersumber dari Dana Biaya Tidak Terduga (BTT).

Terdapat juga insentif lainnya yaitu sebesar Rp 1.799.974.000 kepada RSU Sumedang untuk kegiatan tenaga pelayanan kesehatan pasien yang dirawat di Rumah sakit Umum Sumedang dengan sumber biaya dari Refocusing DPA BLUD Rumah Sakit Umum Sumedang.

Selain itu, insentif untuk Dinas Kesehatan sebesar Rp 3,5 Miliar untuk pembayaran insentif selama 2 bulan (April dan Mei) dengan peruntukan bagi 35 UPTD Puskesmas, UPTD Labkesda dan UPTD Gudang Farmasi serta Dinas Kesehatan terkait pandemic COVID-19.

Sementara itu, dalam menghadapi kondisi New Normal, Pemkab Sumedang akan tetap fokus tidak hanya pada pemulihan ekonomi saja, namun juga penanganan kesehatan dan keselamatan jiwa.

Lebih lanjut, Pemkab Sumedang membeberkan kunci keberhasilan tatanan normal baru, yaitu disiplin dan taat pada protokol kesehatan seperti selalu memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak minimal 1 meter, juga tidak berkerumun selama wabah COVID-19 masih ada. Upaya ini harus dilakukan untuk menghindari gelombang kedua umumnya di Jawa Barat khususnya Sumedang.

Pemkab Sumedang pun mengimbau masyarakat, karena sampai saat ini vaksin dan obat COVID-19 belum ditemukan dan pengetesan belum maksimal, maka pembatasan sosial secara proporsional masih berjalan sesuai dengan sistem tingkat kewaspadaan (levelling) masing-masing kabupaten/kota yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

(mul/ega)