KPAI Ingatkan Wacana Sekolah Buka Berpotensi Munculkan Klaster Baru Corona

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 17:41 WIB
Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listiarti, Solo, Rabu (27/2/2019).
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Adapun 20 persen responden menyatakan setuju dengan alasan sudah jenuh belajar dari rumah, banyak anak tidak bisa menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring karena keterbatasan peralatan dan kuota internet, bahkan tak mampu membeli kuota. Namun responden yang menyatakan setuju juga menekankan penerapan protokol kesehatan yang ketat di sekolah.

Selain itu, harus dipastikan wilayah tersebut sudah dinyatakan sebagai zona hijau atau zero kasus COVID-19. Meskipun menurut beberapa ahli epidemiologi, tidak ada zona hijau untuk wilayah di Indonesia saat ini.

Sedangkan 9 persen responden yang tidak memberikan jawaban setuju atau tidak, namun mendorong pemerintah dan IDAI melakukan kajian sudah layak/tidak membuka sekolah pada Juli 2020.

"Responden dalam uji coba survei meminta pemerintah melakukan kajian secara sungguh-sungguh dan meminta pendapat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebelum membuka sekolah," kata Retno.

Diketahui, hingga 18 Mei, IDAI mencatat terdapat pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 3.324 anak, 129 anak berstatus PDP meninggal, 584 anak terkonfirmasi positif COVID-19, dan 14 anak meninggal akibat COVID-19. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tidak benar anak tidak rentan terhadap Corona.

Sementara itu, soal wacana dibukanya sekolah kembali, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menyatakan tidak akan mengambil keputusan sepihak. Ia mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 juga akan ikut mempertimbangkan metode yang digunakan untuk pembukaan sekolah kembali. Dengan pertimbangan tersebut, diharapkan siswa bisa terus belajar sambil menjaga kesehatannya.

Halaman

(yld/elz)