Jokowi Minta Sulsel Jadi Perhatian, Gubernur: COVID-19 Sudah Dalam Kendali

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 13:51 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (Dok. Istimewa)
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (Dok. Istimewa)
Makassar -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memberi perhatian lebih kepada Sulawesi Selatan (Sulsel) karena masih tingginya kasus positif Corona. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memastikan penyebaran Corona di Sulsel sudah dalam kendali.

"Tentu kami ingin tegaskan bahwa penyebaran COVID-19 sudah dalam kendali. Memang butuh waktu untuk membuat masyarakat lebih disiplin dan lebih patuh mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan protokol kesehatan," kata Nurdin kepada detikcom, Rabu (27/5/2020).

Nurdin menyebut kasus Corona di kabupaten/kota di Sulsel terus melandai dalam beberapa hari terakhir, kecuali Kabupaten Luwu Timur. Nurdin menegaskan Pemprov Sulsel terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah di bawahnya dalam rangka pemutusan mata rantai virus Corona.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatiannya ke Sulsel. Namun, perlu kami jelaskan bahwa upaya memutus rantai penularan terus kami lakukan bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota dan Forkopimda, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Bahkan sinergi penanganan terus kami lakukan," ujarnya.

Meski kolaborasi penanganan virus Corona dengan pemerintah daerah terus dilakukan, Nurdin menyebut ada kebijakan pemda di bawahnya, yakni Pemkot Makassar, yang bertolak belakang dengan kebijakan provinsi.

"Memang setelah Pj wali kota yang baru ini sangat kontradiktif dengan kebijakan provinsi," tuturnya.

Selain terus berkoordinasi dengan daerah, Pemprov Sulsel secara masif melakukan tes cepat atau rapid test, tes PCR, hingga memperketat pelacakan kontak langsung para pasien positif Corona.

"Kapasitas laboratorium uji terus kami tingkatkan. Sosialisasi tentang protokol kesehatan secara masif kami gelorakan baik provinsi maupun kabupaten/kota, upaya maksimal sudah kami lakukan," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi memerintahkan Kemenkes dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memberi perhatian lebih ke wilayah Jawa Timur dan meminta 5 provinsi di luar Jawa juga mendapat perhatian lebih karena masih tingginya kasus positif Corona. Jokowi memerintahkan jajarannya untuk mengejar target pengujian sampel 10 ribu dalam sehari. Dia meminta agar targetnya itu cepat dikerjakan.

"Termasuk juga provinsi yang lain di luar Jawa yang penambahannya masih cukup tinggi yaitu di Sulawesi Selatan, di Kalimantan Selatan, di Sumatera Selatan, di Papua, di NTB," ujar Jokowi dalam Ratas yang disiarkan secara langsung di YouTube Setpres, Rabu (27/5).

(nvl/zak)