DPRD: Akses Keluar-Masuk Papua Ditutup tapi Kasus Corona Tambah Signifikan

Wilpret Siagian - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 18:34 WIB
Poster
Ilustrasi Pasien Corona (Edi Wahyono/detikcom)

"Nantinya kita juga akan mengatur perda/perdasi (peraturan daerah provinsi) setelah kita membuka akses keluar dan, masuk orang melalui jalur bandara dan laut dalam hal karantina mandiri dengan menyediakan tempat karantina. Kita akan membuat suatu regulasi/perdasi/perdasus (peraturan daerah khusus) berupa sanksi-sanksi kepada masyarakat yang masih melanggar aturan pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19 di Papua sehingga kami butuh masukan-masukan dari sudut pandang semua stakeholders yang hadir pada rapat hari ini," papar dia.

Sementara itu, penjabat Sekda Provinsi Papua, M Ridwan Rumasukun, mengatakan, untuk mengatasi penyebaran Corona dan penyakit menular lainnya, perlu ada persamaan persepsi.

"Bagaimana kita mengelola orang sakit itu bisa sembuh, bagaimana orang yang sehat tidak bisa tertular penyakit itu sehingga kita tidak perlu membuat perda berupa sanksi bagi orang yang melanggar aturan, seperti push up atau tindakan fisik yang efektif bagi masyarakat kita, sesuai kebiasaan atau kebudayaan masyarakat di Papua," ujarnya.

Penyusunan rancangan perdasi dihadiri Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, Wakapolda Papua Brigjen Yakobus Marjuki, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua Nikolaus Kondomo, penjabat Sekda Provinsi Papua M Ridwan Rumasukun.

Halaman

(aud/aud)