Komisi X Minta Ada Simulasi Protokol Kesehatan Sebelum Sekolah Dibuka

Rahel Narda C - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 16:27 WIB
Jubir DPP PKB Syaiful Huda.
Ketua Komisi X Syaiful Huda (Foto: Dok. PKB)

Selain itu, Huda ingin adanya proses screening kesehatan terhadap guru dan siswa. Menurutnya, guru dan siswa yang mempunyai penyakit kormobid sebaiknya tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Lebih lanjut, Huda menekankan adanya test PCR bagi guru dan siswa sebelum pembukaan sekolah. Selain itu, dia ingin adanya pengaturan pola duduk di kelas, dan ketersediaan hand sanitizer serta disinfektan di sekolah.

"Semua protokol kesehatan tersebut harus disosialisasikan kepada para orang tua siswa serta dilakukan simulasinya sebelum proses pembukaan sekolah," kata Huda.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana memulai kembali kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di sekolah pada 13 Juli 2020. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta ada peta sebaran sekolah daerah yang rawan penyebaran atau sudah banyak kasus positif Corona.

"Alternatif pertama sebagian sekolah, semua siswa belajar di sekolah. Atau sebagian sekolah, sebagian siswa belajar di sekolah. Atau semua sekolah sebagian siswa belajar di sekolah," kata Anies dalam rapat dalam rapat persiapan PPBD, seperti dilihat di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (15/5).

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan bahwa keputusan pembukaan kembali sekolah akan ditetapkan berdasarkan pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 bukan sepihak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Harus diketahui bahwa Kemendikbud sudah siap dengan semua skenario. Kami sudah ada berbagai macam. Tapi tentunya keputusan itu ada di dalam Gugus Tugas, bukan Kemendikbud sendiri. Jadi, kami yang akan mengeksekusi dan mengkoordinasikan," ujar Nadiem dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5).

Halaman

(jbr/jbr)