Round-Up

Poin-poin Penjelasan Bamsoet Tepis Hoax-hoax Konser MPR

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 08:59 WIB
Bamsoet
Bambang Soesatyo (Foto: MPR)

Biaya Konser Bukan Berasal dari Uang Negara

Bamsoet menyebut dana sebesar itu tidak sepeser pun diambil dari uang negara. Dana untuk menggelar konser tersebut melainkan uang yang dikumpulkan dari kantong pribadi para pihak yang terlibat dalam konser itu.

"Itu pun biaya kita tutup secara gotong royong, baik oleh para seniman maupun dari kami pribadi-pribadi yang terlibat tanpa mengganggu dana donasi yang nanti akan terkumpul dan tidak ada sepeser pun dana negara atau anggaran negara atau APBN yang dipakai dalam acara ini," katanya.

Bamsoet Merasa Tak Enak Hati ke Jokowi

Isu-isu liar yang berkembang terkait konser tersebut membuat Bamsoet merasa tak enak hati kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bamsoet menegaskan Jokowi tak tahu apa-apa terkait isu-isu yang beredar luas tentang konser ini.

"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan, jujur saja saya sampai tidak enak hati dengan Pak Presiden, dengan Setneg, karena sebenarnya beliau tidak tahu apa-apa. Beliau hanya ingin membantu gagasan para seniman dan para pekerja seni yang sebelumnya datang pada saya, datang pada Kepala BPIP, dan datang kepada BNPB untuk melakukan gagasannya melakukan konser," ujar Bamsoet.

Bamsoet juga meminta maaf atas heboh lelang motor listrik Gesits bertanda tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang batal jatuh ke tangan Muhammad Nuh. Bamsoet mengatakan dirinya merupakan pihak yang patut disalahkan.

"Jadi sekali lagi saya atas nama seluruh panitia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya pada Pak Presiden pada Setneg. Kalau ada pihak yang harus disalahkan saya orangnya, saya Bambang Soesatyo yang patut disalahkan, bukan yang lain karena saya PJ acara ini," kata Bamsoet.

Bamsoet mengatakan konser virtual itu bertujuan untuk membantu para seniman yang terdampak pandemi virus Corona. Selain itu, dana dari konser itu juga akan digunakna untuk membantu petani hingga nelayan yang membutuhkan.

"Dengan niat membantu saudara-saudaranya sesama seniman dan pekera seni yang membutuhkan. Syukur-syukur bisa lebih ditujukan kepada saudara-saudara terdampak yang lain, ada peternak, nelayan, petani. Karena saya melihat gagasan ini sangat mulia, saya, Prof Yudian (Kepala BPIP), dan Mas Doni (Kepala BNPB) mendukung acara ini," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3