Round-Up

Beda Cerita 2 Penghina Nabi di Bulan Suci

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 08:14 WIB
Poster
Gambar ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)

Agus pun mengatakan Meilin mengakui kesalahannya. Meilin, kata dia, memiliki itikad baik untuk datang ke kantor polisi.

Namun untuk kasus ini dilimpahkan ke Polres Bogor. Agus mengatakan Meilin dibawa ke Polres Bogor sejak Kamis (21/5) kemarin.

Kasus kedua yakni berkaitan dengan seorang pria di Simalungun, Sumatera Utara, namanya Gernal Lundu Nainggolan (31). Lain dengan Meilin, Gernal tidak datang ke kantor polisi, tapi ditangkap polisi.

Pegawai honorer pada Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) itu dinilai telah menista agama lewat akun Facebooknya. Ada tiga postingan pada kolom komentar Facebook yang diduga ditulis Gernal dan berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad hingga Habib Bahar.

"Terjadi penistaan terhadap salah satu agama yang diakui, yaitu agama Islam melalui medsos FB yang diketahui bernama GN pekerjaan pendamping desa Bosar Maligas," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (22/5).

Tatan mengatakan Gernal diamankan berdasarkan laporan nomor LP/42/V/2020/SU/Simal-Dagang pada Kamis (21/5). Gernal sempat dibawa ke Kantor Camat Perdagangan untuk dimintai klarifikasi.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan AtmajaKabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja (Budi Warsito-detikcom)

Tatan belum menjelaskan status hukum Gernal. Dia mengatakan polisi masih melakukan pemeriksaan terkait kasus ini.

Halaman

(dnu/dnu)