Round-Up

Beda Cerita 2 Penghina Nabi di Bulan Suci

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 08:14 WIB
Poster
Gambar ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Ada dua cerita penghina Nabi Muhammad di bulan suci Ramadhan. Keduanya sama-sama menyampaikan hinaan ke Nabi saat mengomentari isu Habib Bahar bin Smith. Bedanya, yang pelaku nomor satu mendatangi kantor polisi, dan pelaku yang nomor dua ditangkap polisi.

Kasus pertama adalah soal perempuan bernama Meilin asal Jonggol, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Dia menghina Nabi lewat media sosial, seraya mengomentari pemberitaan mengenai Habib Bahar bin Smith. Sebagaimana diketahui, Bahar kembali dimasukkan ke bui usai sempat bebas dalam masa asimiliasi. Di berita mengenai Bahar itulah, Meilin menuliskan komentar sambil memberi emoji tertawa.

Intinya, tulisan Meilin mempertanyakan dan mengulas habib sebagai cucu Nabi. Ini seperti peribahasa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Kapolsek Jonggol AKP Agus Hidayat menjelaskan polisi mencari keberadaan Meilin sejak Rabu (20/5) malam. Namun, polisi tak menemukan keberadaan perempuan tersebut. Lalu keesokan harinya, Meilin datang ke Polsek Jonggol dengan wajah kusut.

"'Bu kenapa?' 'Pak saya mau minta perlindungan'. 'Minta perlindungan apa? Oh ibu yang bernama ini ya?' Saya cariin dari semalam akhirnya ketemu. Akhirnya sama kita, kita periksa, kita interogasi," kata Agus menceritakan kejadian pada hari Kamis (21/5) itu, kepada wartawan, Jumat (22/5).

Meilin ketakutan. Kepada polisi, sambung Agus, Meilin mengaku datang ke polsek karena mendapat kecaman di media sosial dari postingannya mengenai Habib Bahar bin Smith yang membawa-bawa Nabi Muhammad.

"Iya kecaman itu. Akhirnya dia takut, 'kalau saya pulang ada yang datang nggak ke rumah, ada yang datang nggak ke rumah', begitu. Padahal sih masyarakat yang datang ke rumahnya nggak ada. Cuma perasaan takut," ujar dia.

Tonton juga video 'Ricuh Postingan Hina Nabi Muhammad, Polisi Tembak Mati 4 Orang':

Selanjutnya
Halaman
1 2