Covid Jatim Jadi yang Tertinggi, Ini Sebaran hingga Penyebabnya

Lusiana Mustinda - detikNews
Jumat, 22 Mei 2020 10:57 WIB
Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh para pemudik usai turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (18/5/2020). Pada H-6 arus mudik Idul Fitri dari Pulau Bali dengan tujuan Pulau Jawa di Pelabuhan Ketapang terpantau ramai penumpang pejalan kaki. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA
Jakarta -

Ahmad Yurianto, juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 melaporkan perkembangan terkini mengenai penanganan covid-19 di tanah air. Dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta kemarin (21/05/2020), Yuri mengatakan ada penambahan 973 kasus konfirmasi positif covid-19 sehingga totalnya menjadi 20.162 kasus.

Peningkatan kasus covid-19 tertinggi ada di Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur (Jatim) melaporkan tambahan kasus positif corona tertinggi pada 21 Mei sebanyak 502 kasus. Covid jatim meningkat dan tercatat sebagai provinsi dengan laporan kasus terbanyak ke-2 setelah DKI Jakarta.

Berikut informasi mengenai covid jatim yang perlu diketahui:

1. Lebih Tinggi Dibandingkan Rabu (20/05/2020)


Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, penambahan kasus konfirmasi positif di Jatim kemarin (21/05/2020) jauh lebih tinggi dibandingkan Rabu (20/5/2020) sebanyak 119 kasus dan Selasa (19/5/2020) sebanyak 81 kasus. Total kasus saat ini 2.998.

Dan pada (21/05/2020) tambahan kasus tertinggi sebanyak 502 kasus. "Jadi pusat kan mengumumkan tambahan 502, kita masih 451. Selisih 51 kasus masih kita identifikasi apakah benar ber-KTP Jatim dan domisili Jatim," kata Ketua Gugus Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi, Kamis (21/5/2020).

2. Sebaran Kasus Baru Covid Jatim

Tambahan 451 kasus positif ini tersebar di sejumlah daerah di Jatim. Di Surabaya (311 kasus), Sidoarjo (57 kasus), Gresik (27 kasus), Kota Pasuruan (2 kasus), Kota Blitar (1 kasus), Kabupaten Kediri (1 kasus), Kota Batu (2 kasus), Nganjuk (4 kasus), Kota Probolinggo (1 kasus), Magetan (1 kasus), Kabupaten Mojokerto (2 kasus), Lamongan (2 kasus), Bangkalan (2 kasus), Kabupaten Malang (1 kasus), Kota Malang (3 kasus), Tuban (1 kasus), Kabupaten Probolinggo (31 kasus) dan Bojonegoro (2 kasus).

3. Penyebab Covid Jatim Bertambah

Ketua Satgas Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan, salah satu penyebab kasus COVID-19 meningkat yakni mobilitas penumpang pesawat terbang.

"Mungkin salah satu penyebab naiknya kasus, kalau kita lihat mobilitas dari penumpang udara yang cukup banyak grafiknya naik terus. Yang datang dan berangkat naik terus sehari bisa 1.400-1.500 (Data dari Bandara Juanda). Walau sudah dilakukan screening, ini bisa menjadi faktor yang menaikkan jumlah kasus di Jatim," kata Joni di Gedung Negara Grahadi, Kamis (21/5/2020).

Selain itu, kasus covid-19 di Jatim melesat juga bisa karena PDP yang banyak dan hasil swabnya dinyatakan positif. Bertambahnya laboratorium di Jatim juga membuat pemeriksaan semakin banyak dan jumlah positif covid-19 yang terdata pun bertambah.

4. Dibandingkan dengan Jakarta

Sementara di Provinsi DKI Jakarta, tambahan kasus positif corona sebanyak 65 kasus sehingga total kasus sebanyak 6.301. Jumlah kasus sembuh hingga 21 Mei mencapai 1.458. Sedangkan jumlah meninggal 481 kasus. Data tersebut dilaporkan oleh Kemenkes.

Sedangkan jika dilihat di situs Corona Pemprov DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id kasus positif sebanyak 6.220 kasus. Kasus sembuh sebanyak 1.536, 498 meninggal dunia.

Penambahan Kasus Hari Ini Hampir 1.000, Jawa Timur Terbanyak:

(lus/erd)