Pembukaan Sekolah Harus Tunggu COVID-19 Terkendali

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Jumat, 22 Mei 2020 10:42 WIB
Dampah wabah corona, Pemkab Bogor turut mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah. Tampak suasana di SDN Bojongkulur, Kabupaten Bogor, kosong melompong.
Foto ilustrasi, tidak berhubungan langsung dengan berita. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Prancis telah menemukan setidaknya terdapat 70 kasus COVID-19 baru di sekolah-sekolah yang diizinkan dibuka kembali pekan lalu. Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer, dilansir dari Business Insider, kasus-kasus tersebut telah terdeteksi dalam minggu pertama siswa kembali ke sekolah.

Blanquer-pun menyebut kasus tersebut 'tak terhindarkan'. Menurutnya, 'hampir semua' kasus baru tersebut bersumber dari luar sekolah. Sementara di Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan keputusan sekolah kembali dibuka merupakan wewenang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Dalam Rapat Dengar Pendapat melalui konferensi video dengan Komisi X DPR RI, Rabu (20/5/2020), Nadiem juga menyatakan sudah menyiapkan berbagai skenario terkait jalannya pendidikan di tengah pandemi. Namun ia tak merinci detail skenario tersebut.

Anggota Komisi X DPR, Andreas Hugo Pareira, menyatakan pembukaan kembali sekolah-sekolah baru bisa dimulai jika wabah telah berhasil dikendalikan. Dalam situasi COVID-19 belum berakhir memulai kembali tahun ajaran baru sangat berisiko bagi para murid.

"Kalau masih wabah seperti ini sangat riskan untuk memulai tahun ajaran," ujarnya pada detikcom, Kamis (21/5).

Karena itu, menurut Andreas, Kemdikbud harus menyiapkan skenario-skenario dalam membuka agenda tahun ajaran baru. Skenario optimistis, artinya wabah ini akan mereda di bulan Mei. "Kalau Juni (COVID-19) berakhir, maka Juli 2020 bisa dimulai tahun ajaran baru 2020-2021," ujar politisi PDIP itu.

Sedangkan untuk skenario pesimis, wabah ini baru menurun sekitar September-Oktober 2020, dan berakhir Desember sehingga tahun ajaran baru dimulai Januari 2021."Namun dua skenario ini tingkat kemungkinan pelaksanaannya, bergantung pada tingkat kepatuhan dan disiplin warga bangsa ini mematuhi protokol COVID-19," ujar Andreas.

Dia juga menegaskan pembukaan kembali sekolah kini bukan masalah pendidikan. Namun sudah jadi persoalan kesehatan. "Kemdikbud harus mempertimbangkan dan mendengar masukan dari Gugus Tugas Nasional yang diberi tugas oleh pemerintah dalam penanggulangan masalah pandemi ini," ujar Andreas.

Petugas PMI melakukan penyemprotan disinfektan di SMP 216 dan SMA 68 Jakarta, Senin (16/3/2020). Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona.Petugas PMI melakukan penyemprotan disinfektan di SMP 216 dan SMA 68 Jakarta, Senin (16/3/2020). Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus Corona. (Agung Pambudhy/detikcom)

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2