Nakes Sukarela Sempat Mogok Kerja di NTB Akan Diangkat Jadi Honorer

Faruk - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 16:55 WIB
Tenaga kesehatan yang mogok kerja di Dompu, NTB. (Faruk N/detikcom)
Tenaga kesehatan yang mogok kerja di Dompu, NTB. (Faruk N/detikcom)
Dompu -

Bupati Dompu, H Bambang M Yasin, ingin para tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19 mendapatkan perhatian lebih. Dia akan mengangkat semua tenaga kesehatan sukarela yang menjadi petugas penanganan COVID-19 menjadi tenaga honorer daerah (honda).

Sebelumnya, paramedis itu merupakan pegawai sukarela yang berasal dari berbagai Peskesmas Pembantu Desa di seluruh wilayah Dompu. Mereka dipanggil untuk menjadi pasukan garda terdepan dalam melawan virus Corona.

"Kami memberikan perhatian khusus kepada mereka (nakes) apalagi, kita tidak akan tahu kapan masalah COVID-19 ini akan selesai," kata Bupati Bambang, Rabu (20/5/2020).

Pemda Dompu telah memberikan SK Honda kepada 16 petugas kesehatan yang selama ini bekerja di gedung karantina Puskesmas Nangakara, Kecamatan Pekat.

"Pengangkatan ini sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan kerja keras mereka dalam membantu menangani para pasien di tengah pandemi COVID-19," ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, telah mengajukan semua nama-nama para tenaga kesehatan kepada pemerintah atasan untuk diangkat menjadi tenaga honorer daerah.

"Yang 16 orang kemarin itu yang kerja di Puskemas Calabai, yang lainnya menyusul. Tapi saya tidak hafal jumlah keseluruhan adik-adik kita ini," ujar Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinkes Dompu, Abubakar Husein saat dihubungi detikcom Kamis (21/5/2020).

Abubakar menyebutkan, di Kabupaten Dompu, selain RSUD Dompu, ada tiga tempat yang menjadi lokasi perawatan sekaligus karantina para pasien COVID-19, yaitu Puskesmas Nangakara, RS Pratama Manggelewa dan Gedung Terpijar Sanggilo.

"Insyaallah kita usulkan pegawai honda," ujarnya.

(jbr/jbr)