H-4 Lebaran, 4.000 Kendaraan Mau Mudik Diputar Balik di GT Cikarang Barat

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 16:28 WIB
Indonesian police check a car passenger at a checkpoint during the imposition of large-scale restriction to curb the spread of the new coronavirus outbreak on a toll road in Cikarang, West Java, Indonesia, Friday, April 24, 2020. Indonesia is suspending passenger flights and rail service as it restricts people in the worlds most populous Muslim nation from traveling to their hometowns during the Islamic holy month of Ramadan because of the coronavirus outbreak. (AP Photo/Achmad Ibrahim)
Ilustrasi (AP/Achmad Ibrahim)
Jakarta -

Sebanyak 4.000 kendaraan diputar balik di Pos Check Point Km 31 Tol Cikarang Barat pada H-4 Lebaran atau Rabu (20/5/2020). Angka ini merupakan jumlah tertinggi sejak larangan mudik diberlakukan pada 24 April 2020.

"Dari total 4.003 kendaraan yang dialihkan tersebut di antaranya sekitar 3.664 adalah kendaraan pribadi dan 339 merupakan kendaraan angkutan penumpang," ujar General Manager Representatif Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Widiyatmiko Nursejati dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (21/5).

Banyaknya kendaraan yang dikeluarkan di GT Cikarang Barat ini menimbulkan kemacetan jelang lokasi check point di Km 31 Cikarang Barat.

"Antrean jelang check point tentu saja karena pihak Kepolisian akan mengecek satu per satu dokumen perjalanan sesuai dengan syarat dari Gugus Tugas COVID-19. Jika ada yang tidak memenuhi syarat perjalanan, maka akan ditindak keluar ke gerbang tol terdekat, GT Cikarang Barat 3," jelas pria yang akrab disapa Miko itu.

Di samping itu, petugas di lapangan juga senantiasa mewaspadai beragam modus yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengelabui larangan mudik.

Sementara itu, Pamen Asistensi Check Point Cikarang Barat Polda Metro Jaya AKBP Sutimin mengatakan pihaknya telah mempelajari dan meningkatkan pengawasan guna mencegah warga yang nekat mudik. Polisi banyak menjumpai modus yang dilakukan pemudik nakal, salah satunya menggunakan trayek gelap.

"Kalau kendaraan travel yang kami tindak ada kategorinya. Pelat kuning yang memiliki trayek, tapi tidak sesuai, kami suruh putar balik. Yang tidak memiliki trayek, kami tilang dan dalami lebih lanjut di Polda Metro Jaya, misalnya kendaraan plat hitam yang digunakan untuk mengangkut pemudik," jelas Sutimin.

(mei/idh)