BPPT: Corona Sadarkan Belum Kuatnya Industri Kesehatan Indonesia

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 18:44 WIB
Kepala BPPT Hammam Riza
Kepala BPPT Hammam Riza. (Jefrie/detikcom)

Sementara itu, lima kategori produk utama yang telah berhasil diproduksi maupun yang tengah dikembangkan TFRIC19 adalah non-PCR diagnostic test COVID-19 (dalam bentuk dip stick dan microchip); PCR test kit; sistem informasi dan aplikasi kecerdasan buatan (artificial intelligence)' data whole genome COVID-19 origin orang Indonesia yang terinfeksi; serta sarana dan prasarana deteksi, penyediaan logistik kesehatan, dan ekosistem inovasi dalam menangani pandemi COVID-19, mulai dari Emergency Ventilator hingga Mobile Lab BSL-2.

Terkait genome whole sequence yang dikembangkan TFRIC19, Hammam menyebut produk ini menjadi pelengkap dari usaha peneliti di Indonesia untuk menemukan vaksin.

"Untuk whole genome sequence ini kan banyak pihak yang lagi melakukan. Kita masih membutuhkan kurang-lebih kalau bisa 100 lagi whole genome sequence di-submit oleh Indonesia ke global GISAID itu yang memang mendata genome itu dan memang dalam perkembangan mutasi-mutasi berbagai sequence ini saling melengkapi untuk kita menemukan obat drug discovery maupun untuk vaksin ke depannya," papar Hammam.

"Jadi kegiatan whole genome sequence yang dilaksanakan TFRIC akanlah menjadi pelengkap dari upaya usaha-usaha yang dilakukan berbagai institusi maupun karya dari perguruan tinggi maupun dari industri yang sangat membutuhkan banyaknya pelaku peneliti perekayasa untuk melengkapi rangkaian genome sequence Indonesia," tambahnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan produk riset, teknologi, dan inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19. Dalam sambutannya, Jokowi memamerkan deretan alat kesehatan yang dikembangkan dan diproduksi dalam negeri.

"Kita mampu hasilkan karya-karya yang sangat dibutuhkan. Saya lihat sendiri, ada rapid test yang waktu saya tanya produksi berapa, sudah kira-kira 100 ribu (unit). PCR test kit sama, apakah sudah produksi, sudah, apakah sudah uji, sudah 100 ribu (unit). Kemudian ada emergency ventilator yang ini kemarin saya lihat ada karya BPPT, ITB, UI, UGM, PT Len, PT Poly Jaya, yang mulai dan ini tinggal produksinya," kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan saluran YouTube Setpres, Rabu (20/5).

Halaman

(mae/mae)