Ditanya soal Skenario Tahun Ajaran Baru, Nadiem: Keputusan di Gugus Tugas

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 18:05 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjalin kerja sama dengan Netflix. Nadiem mengungkapkan ini jadi langkah awal mewujudkan kebudayaan Indonesia yang lebih inovatif.
Nadiem Makarim (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira, mempertanyakan soal skenario tahun ajaran baru di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Nadiem menyebut perihal tahun ajaran baru itu harus menunggu keputusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Pertanyaan itu dilontarkan Andreas dalam rapat dengan Nadiem yang disiarkan langsung di YouTube DPR, Rabu (20/5/2020). Dia awalnya menyinggung kegiatan sekolah di negara lain yang terkena dampak Corona.

"Kita sebentar lagi secara reguler seharusnya mulai masuk di dalam tahun ajaran yang baru, ya, Juli, Agustus. Tapi dengan situasi yang ini sekarang saya kira posisi kita masih dalam posisi yang belum pasti, tadi teman-teman juga sampaikan," kata Andreas dalam rapat.

"Juga kita tahu di negara-negara yang lain, terakhir kalau tidak salah Prancis yang sudah melakukan tahun ajaran baru, katanya, banyak terkena siswa-siswanya, terkena virus COVID-19," imbuhnya.

Andreas Hugo Pareira.Andreas Hugo Pareira (Lamhot Aritonang/detikcom)

Baru kemudian Andreas meminta Nadiem mempertanyakan skenarionya. Menurut anggota Fraksi PDIP itu, Kemendikbud harus membuat dua skenario.

Skenario pertama, tahun ajaran baru tetap dibuka sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Kedua, skenario jika kondisi pandemi Corona di Tanah Air belum juga usai sampai paling lama Juli.

"Oleh karena itu, pertama pertanyaan kami, apakah atau mungkin sudah Kemdikbud merencanakan untuk tahun ajaran yang baru ini? Nah, saran kami idealnya atau baiknya Kemdikbud membuat skenario, skenario tentang tahun ajaran," sebut Andreas.

"Yang pertama mungkin kita tetap dengan tahun ajaran yang reguler, yaitu Juli, Agustus kita mulai, dan yang kedua kita perlu membuat skenario lain kalau seandainya situasi ini katakanlah sampai bulan Juni, Juli belum banyak berubah," lanjut dia.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2