Menristek: Ventilator-PCR Test Kit Lokal Akan Lebih Murah dari Produk Impor

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 15:29 WIB
Menristek Bambang dorong ilmuwan RI temukan vaksin virus corona COVID-19.
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro (Foto: Kemenristek)

Sementara itu, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan harga produk inovasi terkait COVID-19 lebih murah dari produk impor. Dia mencontohkan alat rapid tes kit yang dikembangkan BPPT diperkirakan bernilai di bawah Rp 100.000.

"Jadi untuk rapid tes ini, kalau kita lihat dalam harga pasar sekarang kalau produk-produk impor itu saya kira sangat jauh dibandingkan dengan harga yang kami gunakan untuk mengembangkan 50 ribu rapid tes kit bersama-sama, ini bisa diperkirakan sekitar di bawah 100 ribu," ujar Hammam.

"Dan untuk PCR test kit yang kita kembangkan bersama-sama dengan Gerakan Indonesia Pasti Bisa dan Biofarma itu kita bisa perkirakan harganya sedikit di atas 100 ribu. Sehingga kalau dibandingkan kalau kita dengar di media ya itu harga PCR test kit itu di rumah sakit banyak yang harganya sudah banyak di atas Rp 1 juta. Jadi cukup signifikan bila dibandingkan dengan tes kit produksi lokal Indonesia," sambungnya.

Selain itu, Ketua Konsorsium Riset Inovasi COVID-19 Ali Ghufron mengatakan harga Ventilator impor dapat mencapai harga Rp 1 miliar. Sementara, Ventilator dalam negeri memiliki harga lebih murah, yaitu Rp 400 juta.

"Ventilator yang ICU, itu kalau kita beli impor itu bisa Rp 1 miliar lebih. Kalau sekarang kita nemu dari produsennya di Indonesia bisa Rp 400 jutaan," tutur Ali.

Seperti diketahui, Indonesia telah membuat inovasi produk riset untuk penanganan COVID-19, yaitu:

1. PCR Test Kit COVID-19
2. Rapid Diagnostics Test IgG/IgM COVID-19
3. Emergency Ventilator #BPPT3S - VENT-I
4. Imunomodulator Herbal Asli Indonesia
5. Plasma Convalesence
6. Mobile Lab BSL-2
7. Sistem AI untuk Deteksi COVID-19
8. Medical Assistant Robot Raisa - Autonomous UVC Mobile Robot
9. Powered Air Purifying Respirator

Halaman

(mae/mae)