Pemerintah Larang Salat Id di Lapangan, PBNU Minta Warganya Salat di Rumah

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 07:46 WIB
Robikin Emhas
Foto: Robikin Emhas (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta warganya yang berada di zona merah untuk mematuhi larangan pemerintah untuk tidak melaksanakan salat Idul Fitri di lapangan ataupun di masjid. PBNU meminta agar mengikuti arahan dalam penanganan COVID-19 itu.

"Sesuai Surat Edaran Nomor 3953/C.I.034/04/2020 tanggal 3 April 2020, selama terjadi pandemi corona PBNU menganjurkan agar umat Islam melaksanakan ibadah di rumah atau sesuai protokol COVID-19 yang ditetapkan pemerintah, termasuk shalat Idul Fitri," ujar Ketua PBNU, Robikin Emhas kepada wartawan, Selasa (19/5/2020).

"Hal itu karena pada COVID-19 mengandung unsur yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan orang. Oleh karena itu umat Islam harus menghindari bahaya tersebut dan sekaligus membahayakan orang lain," imbuhnya.

Robikin menyebut untuk tetap di rumah adalah salah satu upaya untuk mengurangi penularan Corona. Seperti halnya melaksanakan Salat ID di rumah.

"Belajar dari rumah, kerja dari rumah dan belajar dari rumah, termasuk tarawih dan salat Idul Fitri di rumah adalah dalam rangka menghindari bahaya tertular COVID-19 atau mencegah penularan kepada orang lain," kata Robikin.

Simak video Menag Fachrul Minta Warga Taat untuk Salat Id dan Ibadah di Rumah:

Selanjutnya
Halaman
1 2