Pernyataan Lengkap Pemerintah 18.496 Kasus Positif Corona di RI Per 19 Mei

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 17:12 WIB
Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto
Foto: dok. BNPB
Jakarta -

Pemerintah mengupdate data jumlah kasus positif COVID-19 di wilayah Indonesia per hari ini. Jumlah kasus positif di Indonesia mencapai angka 18.496 orang.

"Sembuh meningkat 143 orang sehingga menjadi 4.467 orang, kasus meninggal naik 30 menjadi 1.221 orang.," kata Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Wabah Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube BNPB, Selasa (19/5/2020).

Yuri mengatakan, data terbaru itu menandakan bahwa penularan masih terjadi hingga saat ini. Maka itu dia mengimbau kepada masyarakat untuk benar-benar mematuhi anjuran pemerintah.

"Ini gambaran penularan di luar masih terjadi bahkan kemudian kita juga masih melihat dampak ini tak hanya pada kelompok masyarakat tenaga kesehatan juga banyak yang terdampak, oleh karena itu mari kita bersama kerja sama," ujar Yuri.

Berikut pernyataan lengkap pemerintah 19 Mei:

Saudara-saudara, selamat sore, pada hari ini kami akan kembali menginformasikan beberapa hal juga melaporkan beberapa hal terkait upaya bersama kita dalam penanggulangan Covid yang telah bersama kita lakukan bergotong royong bahu membahu dari pemerintah pusat sampai daerah, baik yang dilakukan oleh gugus tugas percepatan penanggulangan Covid di tingkat pusat maupun daerah dan kami berharap juga bahwa ini akan menjadi pedoman kita bersama dalam kaitan penanganan ini sampai pada level gugus tugas tingkat RT bahkan pada keluarga.

Saudara-saudara, mari kita pahami bersama situasi terkait Covid-19 ini, sama-sama memahami bahwa badan kesehatan dunia WHO telah menyatakan Covid-19 sebagai suatu pandemi ini dimaknai bahwa sebaran penyakit ini sudah demikian meluas di seluruh permukaan bumi ini di sekian banyak negara dan ini sudah menjadi isu yang harus ditanggapi secara bersama sama bagi seluruh negara di dunia ini hampir di semua benua telah terdampak.

Oleh karena itu maka semua negara akan memiliki sikap yang sama dalam rangka melindungi warga negaranya dan kemudian diyakini bahwa penularan dari orang ke orang sudah menjadi sesuatu yang dominan dan mungkin yang menjadi yang utama maka seluruh negara di dunia akan melakukan pembatasan sosial, pembatasan aktivitas orang, untuk kemudian mengurangi risiko terjadinya penularan dari orang yang lain. Ini sudah menjadi isyarat yang harus kita yakini bahwa cara inilah yang bisa digunakan untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Mengapa ini menjadi sesuatu yang dilakukan sebagai yang utama karena kita ketahui bersama sampai saat ini penelitian yang dilaksanakan para pakar dunia terkait virus ini yang nantinya akan menuju obatnya, akan menuju vaksinnya, sampai saat ini belum selesai, masih belum ada satupun obat atau vaksin yang digunakan sebagai standar dunia dalam rangka untuk menangani mencegah penyakit ini maupun mengobatinya.

Oleh karena itu dalam posisi sekarang ini maka yang paling baik adalah mencegah terjadinya penularan dan itu hanya satu caranya memutuskan rantai penularan. Oleh karena itu karena kita pahami bahwa virus ini menular dari satu orang ke orang lain melalui percikan ludah yang kecil dari sepanjang saluran pernapasan orang yang sakit yang keluar pada saat dia batuk bersin, berbicara, ke seluruh sekitarnya, bisa saja mengenai orang yang rentan apabila terjadi kontak yang dekat pada jarak kurang dari 1 meter, terhirup orang lain atau mengenai bendar sekitarnya dan kemudian tak disadari dipegang orang lainnya dan kemudian memegang mulut, hidung, mata, ini sama dengan memindahkan virusnya.

Inilah yang harus kita pahami sehingga kita menyadari betul bahwa situasi sekarang ini dimana virus belum ditemukan vaksin obatnya, belum ditemukan vaksinnya, maka belum dimaknai orang itu bisa dikebalkan, belum ditemui obatnya maka dimaknai masih menggunakan prosedur yang panjang, maka cara paling baik adalah memutus penyebarnya memutus penularannya, sehingga dalam situasi ini maka kita harus merubah cara hidup kita, kita harus mengedepankan pola hidup bersih dan sehat ini harus menjadi pedoman kita dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari pola bersih ditandai dengan satu kita menjaga higien dari tangan kita, artinya mencuci tangan rutin dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

Ini menjadi penting agar kita terbebas dari kemungkinan cemaran penyakit ini atau penyakit yang lain yang mengenai tangan secara tak sadar masuk dalam mulut aliran pernapasan kita. Oleh karena itu cuci tangan adalah jawaban yang tepat.

Kemudian yang kedua kita harus mulai membiasakan diri untuk menjaga jarak fisik pada saat kontak dengan orang lain ini yang pada beberapa saat yang lalu disebut phsycal distancing, karena kita ingin menghindari dari percikan droplet secara langsung dari orang yang sakit kemudian lebih aman lagi kita menggunakan masker saat keluar dari rumah karena dengan menggunakan masker kita akan terlindungi langsung dari dropletnya.

Dan, yang lebih penting lagi untuk orang yang sakit maka droplet yang keluar dari tubuh dia akan tertahan di masker dan ini akan melindungi orang yang sehat. Kemudian kita juga mulai berpikir untuk secara selektif mempertimbangkan kapan harus keluar rumah, kalau tidak penting sekali tidak akan keluar rumah, karena kita tau kalau keluar rumah kita akan bertemu banyak orang yang kita tak pernah tau siapa yang sakit di antara kita apabila sikap ini kemudian kita yakini menjaga jarak tetap berada di rumah menggunakan masker maka kita pasti akan menghindari kerumunan atau kita secara bersama-sama pasti akan menghindari terjadinya kerumunan, proses inilah yang kemudian dibutuhkan dalam kaitan beradaptasi dengan situasi yang sekarang ini sedang terjadi pandemi Covid-19

Oleh karena itu ini tidak dimaknai kemudian kita tak produktif kita harus tetap produktif tetapi dengan mengedepankan prinsip agar kita tetap aman dari Covid-19, artinya produktif dan aman dari Covid ini yang kemudian menjadi perubahan prilaku mendasar dan ini yang kita sebut sebagai normal yang baru. Kita menginginkan kehidupan yang normal dalam artian bisa bekerja produktif menghasilkan sesuatu, berkarya, tetapi barunya adalah kuta aman dari tertular covid 19, ini yang disebut sebagai normal yang baru. dalam situasi sekarang pemerintah bersama gugus tugas dan perangkat pemerintah, masyarakat sedang kuat untuk tetap menjaga pembatasan sosial berskala besar, kalaupun tidak PSBB maka gerakan dengan protokol tetap kuat kita jalankan oleh karena itu kita sampai saat ini belum melakukan relaksasi terhadap PSBB.

Bahkan presiden sudah perintahkan seluruh gugus tugas pusat daerah sampai tingkat rt rw agar fokus pelaksanaan protokol kesehatan, pelaksanaan PSBB untuk daerah yang menetapkan PSBB. tujuannya untuk memutuskan rantai penularan Covid-19 yang bisa kita tandai kita lihat dalam kinerja data melalui pengendalian laju kasus baru kalau ini dijalankan kita meyakini pertambahan kasus baru tak akan semakin banyak pelan-pelan, akan bisa kita kendalikan sampai suatu saat kita turunkan, apabila ini kita dapatkan pasti akan menurunkan juga angka kematian, oleh karena itu maka harus ada keyakinan pada masyarakat kita, pada kita semua bahwa cara ini yang terbaik yang kemudian kita kenal bagaimana beradaptasi berdampingan dengan situasi pandemi Covid yang sampai saat in masih terjadi.

Oleh karena itu ini menjadi pegangan bersama dan ini menjadi harapan kita agar kerjasama yang terus menerus kita lakukan secara konsisten tak terputus kita l lakukan saling melindungi bergotong royong dan kemudian saling peduli menjadi karakter baru yang dimunculkan karakter baru yang dipadukan dengan protokol kesehatan karena kita akan menjalankan normal yang baru. Oleh karena itu ini menjadi tujuan kita bersama.

Saudara-saudara, saya akan melaporkan saat ini tentang kinerja dari penanggulangan Covid-19 pada sisi data, sampai dengan hari ini spesimen yang telah kita periksa sebanyak 202.936 spesimen, ini termasuk spesimen yang sudah kita periksa dengan real time PCR maupun dengan tes cepat molekuler, di pemeriksaan itu kita akan mendapatkan kenaikan pasien konfirmasi Covid-19 ada kenaikan sebanyak 486 sehingga menjadi 18.496 orang, sembuh meningkat 143 orang sehingga menjadi 4.467 orang, kasus meninggal naik 30 menjadi 1.221 orang. sudah 390 kabupaten/kota di 34 provinsi terdampak.

Hari ini kasus ODP yang masih kita pantau adalah 45.300 orang jumlah ini orang yang kita pantau sekarang karena kemarin sudah ada yang selesai pemantauan dan kita berharap tidak bertambah lagi sehingga jumlah semakin berkurang, kemudian PDP yang masih diawasi adalah sebanyak 11.891 orang. Kita harap segara bisa kita selesaikan pemeriksaan laboratorium untuk bisa memastikan pada kelompok PDP sehingga kita bisa pastikan apakah ini konfirmasi positif atau bukan.

Oleh karena itu mari kita melihat secara besar bahwa penularan masih terjadi kita harap dengan kepatuhan kita terhadap segala anjuran pemerintah terkait pengendalian Covid ini atau kesungguhan kita untuk menjaga era normal yang baru. Maka nggak bisa kita tekan turunkan untuk kemudian menjadi hilang oleh karena itu ini gambaran penularan di luar masih terjadi bahkan kemudian kita juga masih melihat dampak ini tak hanya pada kelompok masyarakat tenaga kesehatan juga banyak yang terdampak, oleh karena itu mari kita bersama kerja sama.

Kita berduka atas gugurnya beberapa tenaga kesehatan, namun kita juga harus memiliki komitmen yang kaut untuk menurunkan kasus ini oleh itu kerja sama serentak menjadi suatu yang penting dan kita jangan segan untuk saling mengingatkan untuk sebuah kebaikan oleh karena kita kembali lagi bagaimana normal yang baru harus kita warnai dengan membiasakan untuk mencuci tangan secara sering dengan sabun dan air mengalir kemudian tidak lagi kita membiasakan kebiasaan untuk memegang wajah mulut hidung mata sebelum mencuci tangan karena ini menjadi sangat rawan. kemudian apabila kita terpaksa keluar rumah gunakan masker dan jaga jarak apabila ini menjadi budaya kita pasti kita tidak akan membentuk kerumunan yang tidak ada pentingnya.

Oleh karena itu di rumah adalah pilihan yang terbaik dalam situasi seperti sekarang ini sebaiknya tak keluar rumah tak mengambil risiko perjalanan kemana saja karena kita tak tau siapa di sekitar kita yang bawa penyakit. Oleh karena itu jangan bepergian kita tak tau siapa yang sakit dan kita kadang tak bisa menghindar pada situasi yang mengharuskan kita sulit jaga jarak misal di terminal, stasiun, toilet umum oleh karena itu jangan bepergian, jangan mudik ini menjadi kunci. dan tetap ikuti informasi yang benar, oleh karena itu mari kita semangat yang baru jalankan normal yang baur agar bisa melindung keluarga kita diri sendiri keluarga kita dan barang tentu akan melindungi orang lain kita yakini ini bahwa kita bisa mengendalikan Covid dengan kebersamaan kita, kita bersama pasti bisa yakinlah Indonesia pasti bisa.

(idn/idn)