Viral Petugas Pemakaman Korban Corona Kelelahan di Kaltim, Begini Ceritanya

Suriyatman - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 10:43 WIB
Tangkapan layar video petugas evakuasi dan pemakaman jenazah korban COVID-19 di Kota Samarinda.
Tangkapan layar video petugas evakuasi dan pemakaman jenazah korban COVID-19 di Kota Samarinda. (Foto: Istimewa)

Hanafiah mengaku selalu gusar saat akan memakamkan jenazah yang diduga tertular COVID-19, meski sebenarnya dirinya piawai merawat jenazah.

"Ya jelas takut (tertular). selalu gusar jika ada yang meninggal dicurigai kena Corona. Tapi yakin dengan APD kita bisa selamat," tuturnya. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap di rumah dan jangan sampai tertular COVID-19 yang bisa mengakibatkan kematian.

Sementara itu, koordinator tim evakuasi BPBD Kota Samarinda Nanang Arifin mengatakan memakamkan pasien dengan protokol COVID-19 merupakan hal yang baru bagi mereka.

"Pemakaman menggunakan protokol membuat kita waswas meski kita sudah menggunakan APD, apalagi waktu pemakaman korban pertama. Selain baru pertama kali, rasa waswas karena takut tertular sempat membuatnya takut untuk terlibat dalam tim pemakaman," kata Nanang.

Namun melihat rekan rekan kompak serta saling mendukung, lanjut Nanang, akhirnya tim ini terbentuk. Mereka selalu berdiskusi bagaimana tetap menjaga keamanan diri.

"Sehingga wajar jika kami tidak hanya menggunakan APD, namun setiap APD selalu kami lapisi dengan jas hujan agar tubuh kami tidak tertempel virus, alhamdulillah teman-teman tetap semangat meski ada ragu-ragu. Namun, dengan semangat, akhirnya teman-teman yakin dan kompak untuk melakukan pemakaman," kata Nanang.

Karena itu, dia berharap masyarakat tetap di rumah dan jangan sampai tertular COVID-19 yang bisa mengakibatkan kematian. Selain stay at home, masyarakat diharapkan menerapkan physical dan social distancing jika terpaksa ke luar rumah.

Halaman

(idh/idh)