KPAI Minta Video Bullying Penjual Jalangkote Dihapus: Bahaya, Bisa Ditiru

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 06:28 WIB
Perundungan Penjual Jalangkote
Foto: Screenshot Perundungan Penjual Jalangkote (dok.istimewa)
Pangkep -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) untuk melakukan take down terhadap video bullying penjual jalangkote di Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Video bullying itu dinilai dapat memberikan pengaruh negatif terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang menonton.

"Karena itu kan bahaya juga, itu kan bisa jadi peniruan terus bisa anak melihat kekerasan itu kan akan berbeda dampaknya dengan orang dewasa, jadi nanti saya juga minta ada pemblokiran terhadap video itu," ujar komisioner KPAI, Retno Listyarti, ketika dihubungi detikcom, Senin (18/5/2020).

KPAI turut mendukung adanya proses hukum terhadap pelaku bullying. "Kalau bukti-buktinya kuat ya seharusnya ini bisa diproses (hukum) biar ada efek jera," tuturnya.

Ia mendorong pihak kepolisian untuk menggunakan undang-undang peradilan anak karena pelaku menggunakan aksi kekerasan. Retno juga meminta polisi untuk segera melakukan visum terhadap korban bullying.

"Lalu rehabilitasi psikologis harus dilakukan karena ini kan anaknya mengalami kekerasan psikologis, dia harus direhabilitasi oleh P2DP2A (Pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak) itu adalah punya pemerintah setempat, itu ada psikolog, anak ini punya hak untuk mendapatkan rehabilitasi psikologis selain rehabilitasi medis," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi bullying terhadap RZ terjadi di Kelurahan Bonto-Bonto, Kecamatan Ma'rang, Pangkep, pada Minggu (17/5) sore. Video rekaman aksi bullying ini seketika viral di media sosial.

Polisi yang mengetahui insiden ini langsung mengamankan kelompok pemuda. Salah satunya Firdaus (26), yang diketahui sebagai pemuda yang memukul dan mendorong RZ hingga terjatuh ke aspal.

Dalam video yang berdurasi 11 detik itu, terlihat korban yang membawa barang dagangannya dikerumuni Firdaus cs yang menggunakan motor. Firdaus tampak mendorong-dorong korban.

Dengan menggunakan bahasa Bugis, Firdaus sempat mendorong-dorong korban lalu naik ke motornya. Saat korban memegang pelat motor pelaku, korban lalu dipukul dari belakang hingga jatuh tersungkur ke pinggir jalan.

(isa/aud)