Terjebak Lockdown di Nepal, Dua Warga Banjarmasin Berharap Dievakuasi

Muhammad Risanta - detikNews
Minggu, 17 Mei 2020 21:31 WIB
Dua WNI Terjebak di Nepal
Foto: Dok. Istimewa
Banjarmasin -

Dua warga negara Indonesia (WNI) asal Banjarmasin terjebak lockdown di Nepal lantaran terlambat menerima informasi karantina wilayah. Keduanya kini belum bisa pulang ke Indonesia lantaran Pemerintah Nepal memberlakukan karantina wilayah hingga membatasi akses keluar masuk negaranya sejak 22 April 2020.

Dua warga Banjarmasin itu yakni Teddy Herianto dan Adi Mardani yang pada pertengahan Maret 2020 menjelajahi pegunungan Himalaya. Teddy Herianto yang tengah terjebak di Kathmandu, Nepal pun berharap bisa pulang ke Indonesia secepatnya.

"Hingga hari ini kami berharap bisa pulang kembali ke tanah air. Namun apa daya kami tak bisa keluar dan tertahan di negara orang. Karena sikon Nepal lockdown sesuai arahan Perdana Menterinya sejak 22 sampai 31 Maret 2020, terus diperpanjang hingga Mei," ujar Teddy saat dihubungi detikcom via Whatsapp, Minggu (17/05/2020).

Teddy ditemani Adi Mardani serta Fauzan berangkat ke Nepal tanggal 7 Maret 2020 dan merencanakan balik ke tanah air tanggal 26 Maret. Selama di Nepal mereka melakukan serangkaian kegiatan adventure termasuk mendaki pegunungan Himalaya hingga pertengahan Maret.

"Karena di pegunungan agak susah sinyal, membuat saya dan Adi Mardani terlambat mengetahui info akan dilockdownnya Nepal. saat itu Kami sedang berada di jalur pendakian Annapurna di kawasan Pegunungan Himalaya," ucap Teddy yang diamini Adi Mardani.

Keduanya sempat panik begitu mendengar kabar karantina wilayah di negara seribu kuil ini. Dari pegunungan mereka pun ke bandara, yang jaraknya 8 jam perjalanan darat.

Namun setibanya di Tribhuvan International Airport, otoritas bandara melarang penerbangangan masuk maupun ke luar Kathmandu. Teddy dan Adi baru bisa kembali ke Kathmandu Tanggal 21 Maret 2020 dan tidak kebagian tiket untuk keluar dari Nepal di hari terakhir sebelum karantina wilayah negara diberlakukan.

Karena itu, keduanya kini akhirnya memilih bertahan di Kota Kathmandu dan menginap di salah satu hotel di kawasa itu. Keduanya kini disebut hampir kehabisan uang dan perbekalan yang diberikan oleh KBRI Dhaka.

"Hanya satu pinta kami, mohon bantuannya pak Presiden Joko Widodo, Ibu Menteri Luar Negeri, Bapak Gubernur Kalsel , H.Sahbirin Noor dan Walikota Banjarmasin, Bapak Ibnu Sina, untuk bisa mengevakuasi kami kembali ke tanah air, kami sangat rindu anak istri. Apalagi kami merupakan tulang punggung keluarga," harap Teddy sembari menitikkan air mata, saat melakukan video call.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, mengaku tengah mengupayakan untuk membawa pulang kedua warganya tersebut ke Indonesia. Saat ini dirinya pun tengah menjalin komunikasi dengan Juru Bicara Presiden, Fajroel Rahman dan Wakil Menteri Luar Luar Negeri, AM Fachir, terkait upaya pemulangan dua warga negara Indonesia asal Banjarmasin itu.

"Sedang kita upayakan sekarang. Kami juga mendapat informasi KBRI di Dhaka juga tengah mengupayakan repatrisasi mandiri, namun belum membuahkan hasil karena biayanya mahal. Makanya terus diperjuangan. Mohon doanya warga Banjarmasin dan Indonesia ya," tandas Ibnu Sina di Banjarmasin, Minggu sore (17/05/2020).

(maa/maa)