ACT Kirim Paket Pangan Ramadhan untuk 1.897 Pengungsi Somalia

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 18:32 WIB
Pengungsi Somalia
Foto: ACT
Jakarta -

Aksi Cepat Tanggap (ACT) membagikan ratusan paket pangan Ramadhan untuk keluarga di pengungsian di Kota Mogadishu, Somalia. Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan pokok di Somalia yang semakin sulit sejak merebaknya COVID-19, terutama di pengungsian..

Saat ACT mendistribusikan bantuan pangan, ratusan orang menyambangi sebuah tanah lapang di Distrik Abdi Aziz, Mogadishu, Somalia. Di atas lapangan itu telah tersedia paket pangan untuk masing-masing dari mereka. Satu per satu dari mereka berbaris dan mengambil paket-paket pangan.

"Paket-paket pangan ini adalah hadiah dari masyarakat Indonesia kepada keluarga yatim dan pengungsi internal dari konflik di Somalia. Target kami ada 1.897 jiwa yang akan menerima bantuan paket pangan Ramadhan ini," ujar Tim Global Humanity Response (GHR) ACT Andi Noor Faradiba dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2020).

Dijelaskan Faradiba, Masing-masing dari pengungsi mendapatkan paket berisi gula, tepung, beras, minyak goreng, kurma, susu, dan deterjen. Ia mengatakan bahwa para pengungsi membutuhkan bantuan karena selain hidup di pengungsian, juga terancam pandemi COVID-19.

"Sebagai pengungsi, tentu untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka sangat sulit. Tambah sulit lagi dengan adanya virus Corona. Mudah-mudahan paket ini dapat membantu mereka dalam melewati Ramadhan kali ini," harap Faradiba.

"Saat wabah virus Corona meluas di kota dan orang tidak pergi bekerja, kami mulai mengumpulkan setiap uang dari sejumlah keluarga untuk makanan," papar warga di kamp pengungsi Mohamed Warsame Hirsi.

Selain kesulitan secara ekonomi, menjaga jarak sosial dan mencuci tangan sulit dilakukan bagi orang yang tinggal di kamp yang padat penduduk dan sanitasi yang buruk. "Kami tidak memiliki sabun untuk membersihkan tangan kami saat virus menyebar," papar Khadija Diriye.

Sebagai informasi, hingga saat ini penyebaran virus Corona di Somalia telah mencapai angka 1.089 orang dengan total kematian mencapai 52 orang. Warga pun berdoa agar dapat bertahan menghadapi wabah tersebut.

(mul/mpr)