Sebut Kasus Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat, Jaksa Agung Digugat

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 13 Mei 2020 16:44 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin bicara terkait kasus Jiwasraya. Kasus itu pun kini tengah dalam tahap penyidikan dan diduga mengarah pada tindak pidana korupsi.
ST Burhanudiin (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Jaksa Agung, ST Burhanuddin, digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) karena menyebut peristiwa Semanggi I dan II bukan merupakan pelanggaran HAM Berat. Adalah keluarga korban peristiwa Semanggi I dan II yang menggugat Burhanuddin melalui kuasa hukum mereka, yang terdiri atas LBH Jakarta, KontraS, dan Amnesty International Indonesia.

"Pertama, di petitum atau tuntutan gugatan itu, kita minta Jaksa Agung menarik kembali pernyataan tersebut yang bilang peristiwa Semanggi I dan II bukan termasuk pelanggaran HAM berat. Kedua, kita juga minta otoritas PTUN untuk membatalkan secara hukum pernyataan tersebut yang merupakan tindakan tata usaha negara," kata Staf Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Dimas Bagus Arya, saat dihubungi, Rabu (13/5/2020).

Keluarga korban peristiwa Semanggi I dan II melayangkan gugatan kepada Jaksa Agung pada Selasa (12/5) kemarin. Gugatan tersebut tercatat dengan nomor perkara 99/G/TF/2020/PTUN.JKT.

Dimas menjelaskan, gugatan ke PTUN tersebut merupakan langkah lanjutan dari upaya administratif yang telah dilakukan keluarga korban sebelumnya. Dia menyebut pada 13 Februari 2020 pihak keluarga korban telah melayangkan surat keberatan ke Jaksa Agung, namun mendapat jawaban yang normatif.

"Kemudian surat jawaban dari Jaksa Agung baru kita terima tanggal 19 Februari 2020. Tapi surat balasan itu tidak menjawab pokok substansi yang kita jadikan pokok keberatan. Jadi jawabannya sangat normatif," ungkap Dimas.

Selanjutnya
Halaman
1 2