Blak-blakan Agus Maftuch Abegebriel

Jejak Ambyar Diplomasi Campursari Didi Kempot di Arab Saudi

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 13 Mei 2020 06:35 WIB
Agus Maftuh Abegebriel, Dubes RI untuk Arab Saudi
Dubes RI untuk ARab Saudi Agus Maftuch Abegebriel (Foto: Rakean R Natawigena/20detik)
Jakarta -

Pada 28 Maret tengah malam, Agus Maftuch Abegebriel mulai menyunting dan menerjemahkan lagu Banyu Langit yang tengah hits ke dalam Bahasa Arab. Proses ini melibatkan putra sulungnya, Gebriel Hammada Rabbic Reynova dan temannya, Falih Vava.

Ia yakin, lagu milik maestro campursari Didi Kempot itu akan digemari banyak orang di Arab Saudi. Sebab khazanah sastra di Timur Tengah sejak pra Islam sudah banyak memproduksi karya-karya cinta yang ambyar. "Ada persamaan kekayaan diksi antara karya-karya Didik Kempot dan para penyair/penyanyi di Timur Tengah," kata Agus kepada Tim Blak-blakan detik.com.

Lirik lagu beraroma ambyar, ketidakberhasilan dan ngenesnya cinta, ia melanjutkan menjadi diksi yang tidak pernah basi sejak tradisi "al-Muallaqat as-Sab'u" (antologi tujuh penyair) pada masa jahiliyah. Buktinya, pencipta dan penyanyi papan atas Saudi seperti Talal Maddah pernah menulis syair lagu "ib'ad" dan "Ahibbak lau tikun hadlir" (aku tetep mencintamu ketika kau ada atau pun ketika kau sudah pergi). Atau di Mesir ada Umi Kultsum yang legendaris berkat lagunya, Ya Masaharniy (wahai kau yang membuatku tak bisa tidur).

"Begitu senandung Banyu Langit kami terjemahkan menjadi Moyah fauq as-Sahab (Air di Atas Awan) dan dikirim ke sejumlah kolega sesama diplomat mereka senang dan menjadi viral sekitar Arab Saudi," klaim Agus yang menggemari lagu-lagu Rhoma Irama hingga Mettalica itu.

Atas dasar itu, dia sempat berencana menghadirkan Didi Kempot untuk menggelar konser di Riyadh. Langkah ini dapat menjadi ajang diplomasi kebudayaan sekaligus dialog antar peradaban sebagaimana yang sudah digalakkan oleh Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. Sang Pangeran diketahui sedang semangat untuk mengkampanyekan Islam Wasathi yang selalu "akrab" berdampingan dengan semua "taqalid as-Syu'ub" tradisi-tradisi semua bangsa.

"Namun ambyar, takdir Allah telah lebih dahulu menjemputnya. Khusnul khatimah Kang Didi Kempot," ujarnya.

Pada bagian lain, Agus Maftuch Abegebriel juga memaparkan soal penanganan WNI di Saudi yang terkena COVID-19 hingga mereka yang akan kembali ke tanah air. Selengkapnya, saksikan Blak-blakan Agus Maftuch Abegebriel "Didi Kempot dan Diplomasi RI di Arab Saudi" di detik.com, Rabu, 13 Mei 2020.

[Gambas:Video 20detik]






(jat/jat)