2 Muncikari Prostitusi Rp 400 Ribu di Aceh Terancam Hukuman Cambuk

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 13 Mei 2020 06:22 WIB
Polisi merilis kasus muncikari prostitusi di Aceh. (Dok Polres Langsa)
Polisi merilis kasus muncikari prostitusi di Aceh. (Dok Polres Langsa)
Banda Aceh -

Dua wanita diduga muncikari di Langsa, Aceh ditangkap. Kedua tersangka dijerat dengan Qanun Jinayah dengan ancaman hukuman cambuk.

"Keduanya melakukan perbuatan dugaan tindak pidana prostitusi sebagaimana dimaksud dalam pasal 296 jo 506 KUHP dan Pasal 25 Ayat 2 Qanun No.6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah," kata Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Arief S Wibowo, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (12/5/2020).

Qanun Jinayah lazim dipakai untuk menyebut Qanun Aceh nomor 6/2014 tentang Hukum Jinayah (Pidana). Jadi, Qanun Jinayah bisa juga disebut Peraturan Daerah tentang Hukum Pidana.

Di Aceh, pelanggar Qanun Jinayah dihukum cambuk dengan jumlah cambukan tergantung pasal yang dilanggar. Selama menjalani pemeriksaan hingga persidangan, para pelanggar mendekam di penjara.

Kedua tersangka yang ditangkap berinisial Yus (47) dan HN (35). Kedua perempuan yang bekerja sebagai ibu rumah tangga ini diduga mempekerjakan lima orang PSK.

Menurut Arief, Yus dan HN bertugas sebagai penghubung antara PSK dengan pria hidung belang. Bila ada laki-laki membutuhkan perempuan, tugas keduanya yang mencari. Ada juga wanita yang meminta dicarikan 'pekerjaan'.

"Terkadang dari pihak wanita yang meminta pekerjaan kepada keduanya karena alasan butuh uang. Kemudian keduanya yang mencarikan laki-laki tersebut, semua dilakukan lewat telpon," jelas Arief.

Selanjutnya
Halaman
1 2