Ayah Bunuh Pasutri Karena Kabar Anak Diperkosa, Polisi: Pelaku Dengar Hoax

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 13 Mei 2020 05:07 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Polisi menyebut AN (60) membunuh pasangan suami istri di Bekasi dengan menggunakan linggis karena mendengar kabar putrinya diperkosa oleh anak korban. Namun setelah ditelusuri informasi yang didengar AN ternyata tidak benar.

"Itu si kakek itu baru mendengar katanya saja, tapi dia sudah beranggapan bahwa anaknya benar benar diperkosa, padahal enggak," kata Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing, saat dihubungi, Selasa (12/5/2020).

Erna menyebut AN kerap melihat putrinya mabok bersama 5 orang temannya. Saat itulah dia kerap mendengar 5 orang teman putrinya hendak memperkosa putrinya.

"Ya soalnya kata si kakek ini nih kalau anaknya bersama temen-temennya 5 orang suka mabok di kontrakan itu terus sambil mabok suka ngomong kalau mau memperkosa anaknya si kakek itu," ucapnya.

Ketika mendengar itu AN pun gelap mata dan justru membunuh ayah dan ibu dari teman putrinya. Namun setelah ditelusuri ternyata informasi tersebut tidak benar.

"Jadi dia mendengar berita hoax tanpa konfirmasi lagi," ungkap Erna.

Pembunuhannya itu terjadi di kediaman korban di Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu (10/5). Diketahui pelaku mengontrak dan tinggal 1 rumah dengan korban.

Mulanya, pelaku mendapatkan kabar bahwa anaknya diperkosa oleh anak korban.

"Penyebab tersangka melakukan perbuatannya karena tersangka mendapat kabar bahwa anak perempuan tersangka diperkosa oleh anak korban," ujar Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing, dalam keterangannya, Senin (11/5/2020).

Mendengar kabar itu, pelaku naik pitam. Tanpa crosscheck infromasi, pelaku menghampiri kamar korban dengan membawa linggis. Untuk memuluskan aksinya, pelaku mematikan aliran listrik. Saat itu, kedua korban sedang tertidur.

(maa/dwia)