Selain Imigrasi, Agen Penyalur ABK WNI ke Kapal China Juga Diperiksa Bareskrim

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 15:07 WIB
Gedung Mabes Polri
Foto: Mabes Polri (Ari Saputra-detikcom)

"Kalau nanti sudah ada dua alat bukti bahwa terjadi TPPO, maka kita akan naik sidik. Alat bukti yang dimaksud keterangan saksi-saksi dan surat berupa dokumen. Sore mungkin akan dilakukan gelar perkara," tandas dia.

Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri memeriksa pihak Imigrasi dalam penyelidikan ini. Pihak Imigrasi yang diperiksa berasal dari Kantor Imigrasi Tanjung Priok dan Pemalang.

Pemeriksaan pihak Imigrasi terkait paspor yang menjadi bekal ABK bekerja di Kapal Long Xing. Polisi dari 14 paspor ABK yang telah dipulangkan ke Tanah Air, 4 diterbitkan Kantor Imigrasi Tanjung Priok dan 10 diterbitkan Kantor Imigrasi Pemalang.

Seperti diketahui, kapal penangkap ikan dari China, Long Xing 629, disorot karena membuang jenazah tiga ABK WNI ke laut lepas. Kapal tersebut juga diduga melakukan eksploitasi terhadap para pekerjanya.

Ada 15 ABK WNI lain yang berhasil selamat dengan mencapai Busan, Korsel. Namun salah satu dari mereka meninggal. Akhirnya 14 ABK lainnya dipulangkan ke Tanah Air oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Bareskrim Polri pun menyelidiki dugaan TPPO di balik proses perekrutan para ABK.

Halaman

(aud/fjp)