KPAI Minta Kemendikbud Sterilisasi-Batasi Jumlah Siswa Jika Sekolah Dibuka

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 11 Mei 2020 13:17 WIB
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti.
Komisioner KPAI Retno Listyarti (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang mengkaji pembukaan sekolah di pertengahan Juli mendatang. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah untuk mensterilisasi sekolah-sekolah sebelum dibuka.

"Memastikan sekolah-sekolah tersebut disterilisasi dengan anggaran dari dana BOS yang diterima setiap sekolah dan dibantu dengan APBD melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan setempat," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2020).

"Perlu juga ditekan-kan strelisasi yang harus dipastikan sesuai protokol kesehatan untuk sekolah-sekolah yang digunakan sebagai ruang isiolasi ODP COVID-19 saat pandemic berlangsung," sambungnya.

KPAI juga meminta agar setiap kelas memiliki satu wastafel. Menurut Retno, wastafel diperlukan agar siswa dapat rutin membersihkan tangan.

"Idealnya, satu kelas memiliki satu wastafel. Bahkan, jika perlu di setiap kelas tersedia hand sanitizer yang dapat digunakan para siswa jika wastafel sekolah terbatas," ujar Retno.

Lebih lanjut, Retno mengimbau Kemendikbud dan pemda setempat mewajibkan guru dan siswa mengenakan masker di sekolah. Dia berharap pemerintah pusat dan daerah memberikan bantuan masker bahan ke setiap siswa.

"Pemerintah pusat dan daerah juga harus mempertimbangkan memberikan bantuan masker bahan ke setiap siswa dan sekolah. Perlu diingat juga bahwa masker bahan hanya bisa digunakan maksimal 4 jam, kalau jam belajar lebih dari 4 jam, maka 1 siswa wajib membawa masker cadangannya," ungkap Retno.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2