Kisah Turunnya Al Quran

Peringatan Nuzulul Quran Pertama Kali di Istana Negara oleh Bung Karno

Niken Widya Yunita - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2020 04:45 WIB
nuzulul quran
Foto: Getty Images/iStockphoto/Vector Artist and Photographer/Peringatan Nuzulul Quran Pertama Kali di Istana Negara oleh Bung Karno
Jakarta -

Nuzulul Quran di Indonesia pertama kali diperingati di Istana Negara oleh Presiden pertama RI, Sukarno atau Bung Karno. Hal itu disampaikan oleh Presiden Jokowi pada 21 Mei 2019 lalu.

Saat menyampaikan itu, Jokowi sedang merayakan peringatan Nuzulul Quran di Istana. Kala itu, Jokowi menyebut tradisi peringatan Nuzulul Quran di Istana merupakan nasihat dari para ulama.

"Bung Karno mentradisikan perayaan Nuzulul Quran di Istana, ini adalah atas nasihat para ulama sebagai rasa syukur atas anugerah kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita bangsa Indonesia," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Jokowi mengatakan para pendiri negara Indonesia merintis peringatan Nuzulul Quran adalah dengan menyelaraskan semangat keagamaan dan semangat kebangsaan. Peringatan Nuzulul Quran sebenarnya memperingati kenabian Rasulullah SAW yang berhasil membangun tatanan sosial yang menyatukan suku bangsa yang berbeda-beda. Nabi Muhammad SAW juga berhasil mengangkat derajat manusia dari zaman jahiliyah ke zaman yang beradab.

Jokowi yakin dengan menjalani tuntunan Alquran dan Kenabian Rasullullah SAW dan dengan mengambil inspirasi dari para pendahulu bangsa, Indonesia akan terus bersatu, rukun dan damai.

"Indonesia menjadi lebih baik, lebih adil, dan lebih makmur. Dan Indonesia akan menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," katanya.

Rangkaian Nuzulul Quran di Istana diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta pembacaan ayat suci Al-Quran. Acara dilanjutkan dengan pemberian tausiyah oleh ulama. Rangkaian Nuzulul Quran di Istana Negara ditutup dengan doa bersama.

Sementara, pendapat Sukarno tentang Al Quran dapat dilihat salah satunya dari buku bertajuk 'Soekarno, Biografi Singkat 1901-1970' karya Taufik Adi Susilo. Sukarno meyakini Al Quran adalah wahyu Ilahi, kitab keramat, penuh teka-teki, dan nilai-nilai sakral. Karena itu harus dijunjung tinggi oleh umat Islam.

Diketahui Nuzulul Quran merupakan turunnya Al Quran surat Al Alaq ayat 1-5 pada 17 Ramadhan. Ustaz Abdul Somad mengatakan, ada beberapa pendapat mengenai malam turunnya Al Quran. Namun berdasarkan Mahzab Imam Syafi'i turunnya Al Quran pada 17 Ramadhan. Al Quran turun bertahap selama 23 tahun.

(nwy/erd)