14 ABK WNI yang Sempat Diperbudak Kapal China Berangkat Pulang ke RI

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 12:47 WIB
Para ABK WNI saat ditelepon Menlu Retno di Bandara Incheon, sebelum berangkat pulang ke RI. (Dok Istimewa)
Para ABK WNI saat ditelepon Menlu Retno di Bandara Incheon, sebelum berangkat pulang ke RI. (Foto: dok Istimewa)
Jakarta -

Sebanyak 14 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang diperbudak oleh kapal pencari ikan berbendera China kini tengah dalam perjalanan pulang menuju Indonesia. Mereka sempat ditelepon oleh Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi sebelum mereka berangkat naik pesawat dari Korea Selatan.

Mereka sudah berkumpul di Bandara Incheon, Korsel, Jumat (8/5/2020) pagi tadi. Ada ABK yang mengenakan topi merah, jaket jins, atau kemeja flannel, namun semuanya sama-sama mengenakan masker. Saat mereka berkumpul, Menlu Retno menelepon. Pengeras suara ponsel diaktifkan, terdengar Retno menanyakan kabar kepada mereka.

"Sehat, Bu. Sehat, alhamdulillah," demikian kata salah seorang ABK WNI bertopi merah, disahut oleh para rekan ABK lainnya, menjawab pertanyaan Retno via telepon.

Sebanyak 14 pria ini adalah pekerja kapal Long Xing 629. Kapal tersebut disorot karena melakukan eksploitasi terhadap ABK asal Indonesia. Perlakuan di kapal itu dinilai tak ubahnya perbudakan dan melanggar HAM. Kini 14 pria ABK WNI sudah terbebas dari perbudakan itu. Mereka memastikan bahwa mereka sudah menjalani wawancara dengan aparat penjaga pantai (coast guard) yang menindaklanjuti laporan atas eksploitasi di kapal China itu. Retno mendoakan agar semua urusan mereka lancar.

Keberangkatan mereka dari Bandara Incheon didampingi oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul. KBRI memastikan 14 orang ini sehat semua dan sudah selesai menjalani masa karantina virus Corona selama 14 hari di Korsel.

"Semuanya dalam keadaan sehat, insyaallah. Bahkan pada waktu mereka menunggu keberangkatan di Bandara Incheon, Ibu Menteri Ibu Retno Marsudi sempat melakukan percakapan dengan mereka lewat telepon. Kami di KBRI Seoul tentunya akan terus menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan mereka, anak-anak 14 orang ABK kita ini. Mudah-mudahan bisa tercapai penyelesaian sebaik-baiknya dalam waktu yang tidak terlalu lama," tutur Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi melalui video yang diterima detikcom.

Mereka naik pesawat Garuda, lepas landas dari Incheon pukul 10.35 waktu setempat, dan akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada sore nanti.

Kemlu Masih Selidiki Dugaan Eksploitasi ABK WNI di Kapal China:

(dnu/fjp)