Kemenkum HAM Beri Remisi Khusus untuk 1.049 Narapidana di Hari Waisak

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 22:18 WIB
Gedung Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM), Jl Rasuna Said
Foto: Gedung Kemenkum HAM (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) memberikan remisi khusus (RK) kepada 1.049 dari 1.948 narapidana beragama Buddha di seluruh Indonesia. Pemberian remisi ini berkenaan dengan Hari Raya Waisak 2564 BE tahun 2020 yang diperingati hari ini.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga mengatakan remisi diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan negara.

"Remisi yang diberikan diharapkan dapat memotivasi narapidana untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari. Pemberian remisi juga merupakan wujud negara hadir untuk memberikan perhatian dan penghargaan bagi narapidana untuk selalu berintegritas, berkelakuan baik selama menjalani pidana, tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang telah ditentukan," kata Reynhard dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/5/2020).

Dari 1.049 penerima remisi khusus Waisak, 1.039 narapidana menerima RK I atau pengurangan sebagian dengan rincian 146 orang menerima remisi 15 hari, 578 narapidana mendapat remisi 1 bulan, 211 narapidana memperoleh remisi 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan remisi untuk 104 narapidana.

Sementara itu, 10 orang menerima RK II atau langsung bebas usai menerima remisi 1 bulan sebanyak 6 orang, remisi 1 bulan 15 hari sebanyak 2orang, dan remisi 2 bulan sebanyak 2 orang.

Kemenkum HAM memastikan warga binaan tetap mendapatkan haknya di tengah pandemi COVID-19. Adapun hak warga binaan, seperti pemberian remisi, hak asimilasi dan integrasi, layanan kunjungan online, layanan kesehatan, dll, tetap dilayani.

Bahkan, warga binaan juga ikut berpartipasi membuat alat pelindung diri (APD), masker, face shield, tiang infus, hand sanitizer, yang didonasikan untuk tenaga medis dalam penanganan COVID-19.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Yunaedi menjelaskan pemberian RK Waisak Tahun 2020 berhasil menghemat anggaran makan narapidana sebanyak Rp. 606.135.000 dengan rincian Rp. 599.505.000 dari 1.049 narapidana penerima RK I dan Rp. 6.630.000 dari 10 narapidana penerima RK II yang langsung bebas.

Narapidana terbanyak mendapat RK Waisak Tahun 2020 berasal dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum HAM Sumatera Utara sebanyak 231 orang, Kanwil Kemenkum HAM Kalimantan Barat sebesar 134 orang, dan Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta berjumlah 127 orang.

"Pemberian remisi bukan sekadar reward kepada narapidana yang berkelakuan baik serta memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Fakta yang tak kalah penting adalah anggaran negara yang dihemat dengan berkurangnya masa pidana narapidana," ujar Yunaedi.

(yld/rfs)