Jokowi Ingin Kurva Kasus Corona Turun di Mei, Menurut Para Ahli Bisa!

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 06 Mei 2020 19:26 WIB
Poster
Ilustrasi Corona di Indonesia (Edi Wahyono/detikcom)

Prediksi Mei Corona Melambat dari Para Pakar

Bukan hanya melalui model matematika, prediksi Corona turun atau bahkan berakhir di bulan Mei pun disampaikan oleh para pakar.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof Amin Soebandrio, sempat menyebut wabah Corona diperkirakan usai pada pertengahan April hingga Mei.

"Banyak yang membuat prediksi perjalanan wabah di Indonesia. Terus terang prediksi labnya agak sulit sekarang karena penyebabnya multifaktorial. Saya pribadi memprediksi puncaknya akan terjadi dalam waktu dua-tiga minggu ke depan.Setelah itu diharapkan jumlah kasusnya akan menurun. Pertengahan puasa, mungkin pertengahan April ke Mei akan mencapai puncak," ucapnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH, guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), mengatakan akhir wabah Corona di Indonesia bergantung pada tingkat kepatuhan dan perilaku masyarakat. Ia memprediksi antara Mei dan Juni apabila didukung oleh perilaku masyarakat yang baik.

"Bergeser, tergantung perilaku masyarakat, yang dulu sudah bikin kan akhir April. Iya mungkin Mei, Juni, ya apalagi kalau mudik nanti bergeser lagi, ya kalau terus bergeser begitu beban kita, beban pelayanan kesehatan nggak sanggup, tenaga kesehatan juga sudah banyak yang jadi korban, ya kan," ungkapnya.

Berdasarkan dari pemodelan dan prediksi tersebut, permintaan Jokowi agar kasus Corona kurvanya turun (flat) di bulan Mei bukanlah harapan kosong. Harapan ini bisa terjadi jika masyarakat patuh pada aturan physical distancing dan anjuran tetap di rumah selama pandemi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta jajarannya fokus terkait penanganan virus Corona (COVID-19). Jokowi ingin pada Mei ini kurva kasus positif Corona di Indonesia sudah menurun.

"Target kita di bulan Mei ini harus betul-betul tercapai sesuai dengan target yang kita berikan, yaitu kurvanya sudah harus turun. Dan masuk pada posisi sedang di Juni, di bulan Juli harus masuk posisi ringan. Dengan cara apa pun," kata Jokowi saat membuka rapat kabinet paripurna seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/5/2020).

Jokowi mengatakan upaya tersebut harus dilakukan semua pihak. Bukan hanya pemerintah, Jokowi juga ingin masyarakat ikut terlibat dalam penanganan Corona.


(rdp/fjp)