Berstatus PDP, Seorang Perawat Meninggal Dunia di RSPI SS

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 21:24 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta -

Seorang perawat RS Sukmul Sisma Medika, Jakarta Utara (Jakut), meninggal dunia di RSPI Sulianti Saroso (SS). Perawat tersebut meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona.

"Meninggalnya hari ini (4/5) di RS Sulianti Saroso. Jam 11.30 WIB siang," kata Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jakut Maryanto ketika dihubungi, Senin (4/5/2020).

Maryanto mengatakan perawat tersebut meninggal dengan status PDP. Hasil swab test-nya diperkirakan baru keluar lusa, Rabu (6/5/2020).



"Sementara diagnosa yang kami telusuri PDP. Tetapi sudah dilakukan swab sebanyak tiga kali, tapi hasilnya belum ada, kemungkinan lusa," ujar Maryanto.

Perawat RS Sukmul ini sempat dirawat di tempat dia bekerja. Namun kemudian dipindahkan ke RSPI SS sebelum akhirnya meninggal dunia.

"Dirawatnya pertama kali di RS Sukmul tanggal 22 sampai 27 (April). Kemudian pulang, baru dibawa ke RSPI tanggal 30 (April) sampai hari ini beliau wafat," kata Maryanto.

Meninggalnya perawat RS Sukmul meninggalkan duka mendalam bagi PPNI Jakut. Maryanto berharap fasilitas kesehatan di Jakut bisa lebih memperhatikan protokol kesehatan para petugas medis.

"Kami yang jelas kehilangan salah satu sahabat kami seorang pejuang medis, seorang pejuang keperawatan yang hari ini menjadi petugas di lini terdepan. Tentu kami merasa sangat kehilangan dan berduka," kata Maryanto.



"Kemudian kami meminta kepada seluruh fasilitas rumah sakit dan puskesmas yang ada di Jakut untuk memperhatikan alat pelindung diri bagi anggota kami yang bekerja melaksanakan COVID-19," tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama RSPI SS Mohammad Syahril mengatakan perawat RS Sukmul tersebut memang masuk dalam kondisi sakit berat.

"Iya, dirawat di ICU RSPI pakai ventilator. Saat masuk kemarin kondisi sudah sakit berat," kata Syahril saat dihubungi.

(dwia/dwia)