Peringati Hardiknas 'Internship Study Experience' Bersama Kampus SGU

Content Promotion - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 10:01 WIB
SGU
Foto: Dok. SGU
Jakarta -

Suasana perayaan Hari Pendidikan di tahun 2020 yang jatuh pada Sabtu (2/5) kini memang rasanya sangat berbeda. Terkait dengan adanya penyebaran virus COVID-19, tak dipungkiri telah memberikan keterbatasan bagi semua pengajar atau pemerintah yang mendedikasikan dirinya pada bidang pendidikan dalam memberikan proses pembelajaran yang terbaik.

Begitupun dengan para pelajar di seluruh level pendidikan, yang kini mereka harus melakukan online learning untuk waktu yang cukup lama. Namun menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam upacara Hari Pendidikan, ada banyak hikmah dan pembelajaran yang dapat diambil dari situasi ini.

"Dari krisis ini kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran. Untuk pertama kalinya guru-guru melakukan pembelajaran menggunakan perangkat teknologi dan menyadari sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di mana pun," ujar Nadiem dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2020).

Namun krisis ini tidak menurunkan semangat Swiss German University (SGU) untuk tetap memberikan program pembelajaran terbaik kepada generasi muda Indonesia. Tak terasa sudah dua dekade sejak SGU didirikan pada tahun 2000, ternyata sudah 20 tahun SGU menjadi kampus pioneer berstandar internasional di dalam negeri.

Foto: Dok. SGU

Faktanya SGU selalu menciptakan program pembelajaran yang bekerja sama langsung dengan pelaku industri. Hal ini dilakukan pastinya untuk mengikuti kebutuhan industri dan perkembangan global. Sehingga nantinya menjadikan setiap pelajar SGU menjadi lulusan yang update ilmu pengetahuan untuk siap menghadapi dunia kerja.

Sebagai contoh program studi inovatif, SGU telah bekerja sama dengan para pelaku industri top tier sesuai dengan bidang yang ada pada setiap program studi. Hal itu telah menjadi program SGU sejak tahun 2000. Selain itu prodi inovatif juga bekerja sama dengan puluhan universitas terkemuka di Jerman dan Swiss.

Pada tanggal 20 Januari 2020, SGU mendapatkan undangan untuk menghadiri rapat bersama Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, membahas tentang Merdeka Belajar: Kampus Merdeka. Kebijakan yang akhirnya resmi dirilis pada tanggal 24 Januari 2020, semata-mata diberlakukan pastinya untuk membuat sistem pendidikan Indonesia lebih baik.

Foto: Dok. SGU

Hal menarik telah terjadi di sini, setelah mengetahui kebijakan tersebut, ternyata SGU sudah memenuhi kebijakan Merdeka Belajar sejak awal pertama kali SGU didirikan. Mengutip dari ke-4 poin Kampus Merdeka yaitu mengenai pembukaan prodi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, dan hak belajar tiga semester di luar program studi.

Nyatanya program "International Study Experience" sejak 20 tahun lalu telah memenuhi kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka dari Mendikbud. Terdapat 3 poin yang diterapkan dalam program ini.

1. Mata Kuliah dengan Kurikulum Internasional

Bekerja sama dengan berbagai universitas terkemuka di Jerman dan Swiss, mendorong SGU tentunya untuk memberikan pembelajaran berstandar internasional Setelah memilih prodi yang diminati, selanjutnya pelajar akan menjalani perkuliahan dengan SKS Indonesia dan SKS dari Eropa.

Tak hanya kurikulum nasional, pelajar pun harus menjalani kurikulum berstandar internasional. Pastinya program ini dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan satu step lebih tinggi standarnya dalam kegiatan perkuliahan. Seluruh prodi pun sudah terakreditasi "baik sekali", begitu juga akreditasi perguruan tinggi juga sudah "baik sekali".

2. Magang Dalam Negeri dan Luar Negeri

SGU sudah menerapkan Merdeka Belajar ini salah satunya dengan program magang bukan cuma di dalam tapi di luar negeri (Swiss, Jerman, Australia, Amerika, Hong Kong, Taiwan, Malaysia) selama 2 semester sejak tahun 2000. Pada semester 3, pelajar akan menjalani program magang di dalam negeri, dan ketika masuk semester 6 mereka harus pergi merantau ke negeri tetangga untuk menjalani internship aboard. Sampai saat ini SGU mengirim sudah lebih dari 3.000 mahasiswa ke luar negeri.

Selain itu siswa SGU sudah mengambil mata kuliah di universitas lain bahkan di luar negeri, misalnya di Jerman dan Swiss (magang, mata kuliah, skripsi), Malaysia (skripsi dan mata kuliah), dan Jepang (skripsi).

3. Program Riset

Sejak lama SGU juga sudah melakukan skripsi dan tesis di industri seperti Daimler Benz, Siemens, Epson, Igus, Garuda Indonesia, dan masih banyak lagi. Selain itu juga mahasiswa melakukan proyek-proyek riset dan pengembangan yang diminta oleh industri. Bahkan tidak sedikit mahasiswa SGU menciptakan sebuah produk industri yang pada saat ini menjadi salah satu produk andalan dan dijual oleh beberapa pelaku industri yang bekerja sama.

"Di kurikulum 2020 hal ini akan dibuat lebih intensif, dengan memperbanyak mata kuliah lintas prodi dan fakultas di SGU maupun universitas di dalam negeri. Selain itu rencananya akan ada penambahan untuk bekerja sama dengan universitas di luar negeri yaitu Korea dan Thailand untuk program mata kuliah, magang dan skripsi," ujar Rektor SGU Filiana Santoso.

(ads/ads)