Kisah Bang Dzoel, Difabel Jadi Fotografer Profesional

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 12:31 WIB
Mola TV
Foto: dok Mola TV
Jakarta -

Kesempurnaan fisik tidak dapat menjamin kesuksesan, tapi seberapa besar usaha dan kegigihan yang dikerahkan untuk meraih impian. Hal itu yang telah dibuktikan Achmad Dzulkarnain, seorang difabel yang kini jadi fotografer profesional.

Pria yang akrab disapa bang Dzoel itu mulai menggeluti fotografi sejak lima tahun lalu. Awalnya, ia belajar menggunakan kamera saat bekerja sebagai penjaga warung internet (warnet). Bermodal kamera DSLR kepunyaan pemilik warnet, ia membantu orang-orang membuat foto KTP.

Karena menemukan kesenangan pada fotografi, Dzul mengasah kemampuannya dengan menimba ilmu dari penelusuran di Google dan YouTube. Singkat cerita, ia semakin mahir mengolah kamera. Sampai di satu hari, ia dipertemukan dengan fotografer gaek Darwis Triadi yang memberikannya beasiswa untuk belajar di Jakarta.

Setahun belajar fotografi di Jakarta, Dzul semakin cakap dalam memotret. Ia pun mulai mendapatkan pundi-pundi rupiah dari profesi sebagai fotografer. Selain itu, ia juga kerap diundang sebagai pembicara di stasiun TV dan sekolah-sekolah.

Pengalaman suka duka dilewati Dzul selama berprofesi sebagai fotografer. Salah satu kejadian paling berbekas di memorinya, yakni ketika ia jatuh dari tebing setinggi 10 meter hingga mengalami luka-luka.

Di balik kisah suksesnya, Dzul bercerita bahwa dirinya sempat putus asa karena keterbatasan fisiknya Tiga kali dia hampir mengakhiri hidup. Beruntung, ia masih selamat dan melanjutkan hidup. Ia pun tersadar bahwa hidupnya tak mesti disia-siakan hanya karena kondisi fisik yang tak sempurna.

"Saya memutuskan untuk mengakhiri hidup. Saya sudah di titik itu. Tiga kali (mencoba bunuh diri). Di situ saya sadar ada sesuatu pertanyaan dari Allah yang saya harus menemukan jawabannya sendiri. Pertanyaannya, semua orang pernah terjatuh dan ingin bangkit tapi pertanyaannya apakah kita bisa bangkit atau stagnan di kondisi ini," kata Dzul saat berbincang dengan Butet Kartaredjasa dalam program "Blusukan Butet Kartaredjasa" yang tayang di Mola TV.

Kini, Dzul tidak hanya andal dalam memotret, ia bisa melakukan berbagai kegiatan layaknya orang dengan fisik normal. Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu bisa mengendarai motor, mengemudi mobil, sampai main skateboard juga dia mampu.

Masih banyak cerita Dzul tentang kehidupannya sebagai difabel yang dapat disaksikan lengkap di "Blusukan Butet Kartaredjasa". Dalam pertemuan dengan Butet, ia juga berpesan kepada para difabel agar tidak menyerah dalam keterbatasan.

Tayangan Blusukan Butet Kartaredjasa dan acara lain di Mola TV bisa disaksikan dalam paket langganan Corona Care Mola TV yang dapat diakses dengan cara berdonasi mulai dari Rp 0 hingga Rp 5 juta. Melalui program Corona Care, Mola TV mengajak masyarakat untuk turut peduli membantu pemerintah melawan wabah virus COVID-19 di Indonesia.

(ega/ega)