Geger Bom Palsu Pelaku Halu

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 06:40 WIB
Hendra Gunawan alias Iwan (kaos putih, tengah) jadi tersangka
Foto: Hendra Gunawan alias Iwan (kaos putih, tengah) jadi tersangka (dok Polda Kalteng)

Kapolres Seruyan AKBP Agung Tri Widiantoro menjelaskan, tim Gegana Satbrimobda Polda Kalteng telah memeriksa benda mencurigakan yang diletakkan Iwan di teras masjid tersebut. Dipastikan benda mencurigakan yang diletakkan pelaku di teras masjid Nurul Yaqin Kuala Pembuang bukanlah bom rakitan.

"Dari serangkaian barang bukti yang ditemukan di TKP masjid dan TKP rumah terduga pelaku, benda yang dicurigai tidak memenuhi 4 unsur bom. Dengan itu dapat disebutkan sebagai false bomb (bom palsu)," kata AKBP Agung dalam jumpa pers, Sabtu (2/5/2020).

Teror Bom di Masjid Nurul Yaqin Kuala Pembuang KaltengTeror Bom di Masjid Nurul Yaqin Kuala Pembuang Kalteng Foto: Teror Bom di Masjid Nurul Yaqin Kuala Pembuang Kalteng (dok Polda Kalteng)

Temuan lainnya, saat dites urine Iwan ternyata positif narkoba. Dia belum lama menggunakan narkoba jenis sabu. "Berdasarkan pengakuan Saudara HG, dirinya telah mengkonsumsi narkoba jenis sabu pada hari Kamis tanggal 30 April 2020," ucapnya.

Hal senada disampaikan Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan. Dia menyebut Iwan diduga beraksi lantaran halusinasi karena sering menonton video terkait bom.

"(Motif) Diduga tersangka halusinasi karena sering melihat di YouTube tentang rakitan bom dan yang bersangkutan saat ini positif sabu, keterangannya dua hari," kata Kombes Hendra.

Iwan kemudian ditetapkan tersangka dan ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dikenakan pasal 335 KUHP jo pasal 14 (1) UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Halaman

(hri/hri)