May Day, 1000 Buruh Rapid Test COVID-19 Gratis

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 01 Mei 2020 18:52 WIB
Menaker Ida Fauziyah
Foto: dok kemnaker
Jakarta -

Memperingati May Day tahun 2020, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar rapid test COVID-19 bagi 1.000 pekerja.

Pemeriksaan kesehatan yang bekerja sama dengan PT Siloam International Hospitals Tbk ini dilakukan secara bertahap bagi para pekerja yang berasal dari berbagai perwakilan SP/SB.

"Salah satu wujud semangat perjuangan dan membangun persatuan dalam peringatan May Day adalah memberikan kesempatan pemeriksaan kesehatan rapid test COVID-19 kepada teman-teman pekerja dan buruh. Tak hanya rapid test, kita akan tindaklanjuti hasil dari rapid test ini, "kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2020).

Pada saat yang sama, Ida berserta James Riady selaku pendiri RS Siloam Hospitals menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Direktur Kelembagaan Kerja Sama Hubungan Industrial (KKHI) Kemnaker, Aswansyah dengan Wakil Dirut Siloam International Hospitals, Caroline Riady di kantor Kemnaker, Jakarta.

Ida memberikan apresiasi dan rasa hormat terhadap gerakan dan aksi kolektif para pekerja dan buruh di seluruh dunia, terutama di Indonesia dalam membangun negara dan ekonomi nasional.

"Merekalah fondasi dasar bagi dinamika masyarakat yang juga berkontribusi bagi ekonomi nasional. Kontribusi mereka terhadap kekuatan dan perekonomian bangsa Indonesia harus kita semua hormati dan apresiasi," katanya.

"Kami atas nama pemerintah mengucapkan selamat memperingati Hari Buruh Internasional (Mayday). Semoga dapat memperkuat kebersamaan, persaudaraan, jiwa kebangsaan, alat pemersatu bangsa, dan meningkatkan ketahanan sosial," tambahnya.

Sementara pendiri RS Siloam Hospitals Tbk, James Riady menyatakan pandemi COVID-19 memiliki tantangan tinggi dan justru mempercepat proses revolusi industri 4.0. Karenanya, seluruh elemen bangsa harus memikirkan bagaimana meningkatkan keterampilan, edukasi, training vokasi daripada semua pekerja dan buruh di Indonesia.

Ia mengatakan melalui rapid test ini, akan bisa melihat siapa individu yang membutuhkan pertolongan dan perawatan berikutnya sebagai bukti kepedulian pemerintah.

"Banyak dari mereka (pekerja) sangat membutuhkan vokasi dan training untuk bisa menghadapi situasi saat ini. Kami senang bisa dilibatkan ambil bagian meringankan pemerintah melakukan rapid test ini, " katanya.

Sedangkan Wakil Sekretaris Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional dari unsur pekerja, Puji Santoso memberikan apresiasi kepada Kemnaker yang bergerak cepat mengatasi persoalan COVID-19 dengan melakukan rapid test kepada pekerja.

Puji berharap semua pihak dan semua unsur bisa menahan diri agar tidak melakukan segala hal yang bisa menimbulkan gejolak sosial sehingga bisa cepat selesaikan COVID-19. Ia juga mengajak seluruh unsur dan stakeholder ketenagakerjaan untuk mengatasi darurat THR, darurat PHK, dan darurat pengangguran.

"Bukan saatnya saling menyalahkan dan mencari siapa yang salah, tapi sudah saatnya bergandengan tangan mencari jalan keluar atas masalah yang sekarang terjadi. Apapun yang dilakukan semoga cepat selesai dan menghasilkan yang terbaik, " katanya.

Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilk Kurniawan menyambut positif adanya kolaborasi pemerintah dan swasta untuk memberikan perlindungan kepada pekerja dalam bentuk rapid test secara gratis.

"Kita berharap kolaborasi ini makin sering terbangun. Bukan hanya di Kemnaker tapi juga di seluruh kementerian di Indonesia. Kemarin juga ada kolaborasi swasta dengan RSCM. Ini semua bukti kita bisa bergandengan tangan," ujarnya.

(ega/ega)