KCI: Silakan TNI-Polri dan Pemda yang Paham PSBB Seleksi Penumpang KRL

Sachril Agustin B - detikNews
Jumat, 01 Mei 2020 16:12 WIB
KRL masih menjadi salah satu transportasi publik yang banyak digunakan oleh masyarakat. Aktivitas penumpang KRL di sejumlah stasiun pun tampak normal.
Ilustrasi KRL penuh (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Bupati Bogor Ade Yasin ingin ada penyeleksian penumpang KRL selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB). PT KCI menyambut baik hal tersebut bila ada pihak-pihak yang ingin melakukan penyeleksian.

"Kalau kami di KRL selama ada pihak-pihak berwenang (TNI, Polri, pemerintah daerah) yang mau menyeleksi (penumpang KRL), tentu ini ya, menyambut baik gitu. Nanti akan kita support juga," kata Manager External Relations PT KCI, Adli Hakim, ketika dihubungi, Jumat (1/5/2020).

Adli menerangkan petugas di KRL dan stasiun tidak bisa melakukan seleksi. Pemeriksaan untuk melihat kartu identitas pekerjaan penumpang atau mengecek surat tugas kerja tidak mungkin dilakukan.

Sebab, lanjutnya, petugas di lapangan sudah bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dia mengatakan penyeleksian penumpang KRL bisa dilakukan TNI, Polri, atau pemda setempat. Sebab, lanjutnya, TNI-Polri dan pemda jadi pihak yang paham betul regulasi PSBB.

"Pertama, kan kami kan petugasnya melayani pengguna, bukan menentukan mana yang bisa naik (KRL), mana yang tidak. Kami kan kalau orang sudah sampai di stasiun, beli tiket, mengikuti semua ketentuan kan, harus dilayani kan," lanjutnya.

"Kalau petugas kami saya rasa lebih ke mengatur pengguna. Maksudnya mengatur antreannya, mengatur keluar-masuknya," ungkap dia.

Simak juga video Mudik Dilarang, Berikut Cara Pembatalan Tiket Kereta Api:

Selanjutnya
Halaman
1 2