Teka-teki Penyakit Bu Tien: Dulu Serangan Jantung, Kini Sesak Napas

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 11:39 WIB
Ilustrasi Tien Soeharto
Foto Ilustrasi Tien Soeharto (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Putri pertama Presiden RI ke-2 Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut Soeharto/Mbak Tutut), telah mengklarifikasi hoax 24 tahun silam yang menyebut ibunya, Tien Soeharto, wafat karena tertembak oleh pistol putra Bu Tien. Namun, penyakit yang menyebabkan Bu Tien wafat masih menjadi teka-teki.

Mbak Tutut mengungkapkan cerita detik-detik wafatnya sang Ibunda melalui situs pribadinya. Cerita ini dia dengar langsung dari ayahnya, Soeharto. Menurut sang ayah, Bu Tien tidak merasakan sakit, tetapi sulit bernafas. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 3 dinihari.

"Ibumu pagi itu, mengeluh. 'Bapak, aku kok susah nafas yo'. Bapak tanya mana yang sakit bu. Ibumu bilang 'Ora ono sing loro (tidak ada yang sakit), mung susah nafas pak (hanya susah nafas pak),'" tulis Tutut menceritakan obrolannya dengan sang ayah, seperti dilihat detikcom, Kamis (30/4).

Selain itu, Bu Tien tak mengeluhkan sakit di dadanya. Kemudian sang ayah langsung membawa sang ibu ke rumah sakit.

"Bapak bertanya lagi, 'Dadanya sakit nggak bu'. Ibumu berbisik 'Ora ono (tidak ada)'. Bapak rebahkan ibu dengan bantal yang agak tinggi, karena ibumu susah nafasnya. Bapak panggil ajudan untuk segera menyiapkan ambulans. Ibu harus dibawa ke rumah sakit segera," lanjut Tutut.

Namun, saat takdir Tuhan berkata lain. Bu Tien akhirnya wafat saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Tien Soeharto wafat pada 28 April 1996.

Cerita ini sekaligus membantah hoax yang menyebut Bu Tien wafat karena tertembak pistol putranya. Kala itu, Bu Tien diisukan wafat usai melerai baku tembak Tommy dan Bambang yang berebut proyek mobil nasional.

Penyebab Wafatnya Bu Tien Versi Sang Ajudan

Mantan ajudan Soeharto, Jenderal Polisi (Purn) Sutanto mengungkap cerita soal penyebab wafatnya Bu Tien dalam buku 'Pak Harto The Untold Stories'.

Mantan Kapolri yang saat itu masih berpangkat kolonel tersebut menceritakan pada Jumat, 26 April 1996, Pak Harto memancing di Anyer. Sementara Ibu Tien mengunjungi sentra pembibitan buah Mekarsari. Karena terlalu bersemangat, Tien berjalan jauh dan lupa larangan dokter yang tidak memperbolehkannya berjalan jauh akibat penyakit jantung yang dideritanya.

"Ketika Pak Harto pulang dan bertemu Ibu Tien, suasana seperti biasa. Hanya Ibu Tien banyak beristirahat karena sakit," jelas Sutanto.

Pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, Tien mendapat serangan jantung mendadak. Saat itu dokter kepresidenan Hari Sabardi memberi bantuan awal dengan tabung oksigen. Akhirnya diputuskan segera membawa Tien ke RSPAD.

"Saya sendiri turut membawa Ibu Negara dari rumah ke mobil dan selanjutnya ke RSPAD. Saat itu, selain Pak Harto, Mas Tommy dan Mas Sigit ikut menemani," kata Sutanto.

Namun nyawa Tien tidak terselamatkan. Pukul 05.10 WIB, 28 April 1996, Tien Soeharto meninggal. Jadi tidak benar jika dikatakan Ibu Tien meninggal akibat melerai duel pistol Tommy dan Bambang.

Dua cerita soal penyebab kematian Bu Tien ini mengandung perbedaan. Jika dilihat dari urutan waktu, menurut versi Mbak Tutut, Bu Tien mengeluhkan sakitnya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Namun, menurut sang ajudan, Bu Tien mengalami serangan jantung sekitar pukul 04.00 WIB.

Kemudian, terkait penyakit diidap Tien Soeharto. Menurut cerita Mbak Tutut yang didengar langsung dari penuturan sang ayah, Bu Tien tidak mengeluhkan sakit. Dada Bu Tien tidak sakit dan hanya sulit bernapas. Sedangkan menurut versi Sutanto, Bu Tien sempat sakit dan mengalami serangan jantung mendadak.

Lalu, apakah gejala sesak napas itu ada kaitannya dengan serangan jantung? Berdasarkan catatan detikhealth, pada wanita serangan jantung biasanya ditandai gejala sesak napas. Napas jadi terasa berat. Selain itu, dada jadi sakit karena tertekan.

Bu Tien mengalami sesak napas tetapi tak merasakan sakit di dada. Lalu, apa yang menyebabkan beliau wafat?

(rdp/dnu)