Round-Up

Drama Romahurmuziy dari Merasa Dijebak hingga Bebas dari Tahanan

Dhani Irawan - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 07:29 WIB
Ketum PPP Romahurmuziy ditahan KPK. Ia nampak mengenakan rompi oranye dan kacamata hitam saat keluar dari gedung KPK.
Romahurmuziy sewaktu ditahan KPK terkait kasus suap jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Sekitar bulan Maret 2019 tersiar kabar yang mengejutkan. Seorang ketua umum partai politik yang berkiblat pada pemerintah tertangkap tangan menerima sogokan.

Adalah Romahurmuziy yang karib disapa Rommy. Sewaktu itu dia menyandang predikat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP)--salah satu partai politik tertua di negeri ini.

Tepat di hari Jumat pada 15 Maret 2019 itulah Rommy digelandang tim operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Dugaan awalnya saat itu mengenai urusan proses seleksi jabatan yang berlangsung di Kementerian Agama (Kemenag).

Setelah melewati 1x24 jam Rommy pun resmi memiliki predikat baru yaitu tersangka KPK. Dia diduga menerima suap dari 2 orang yaitu Haris Hasanuddin dan M Muafaq Wirahadi. Keduanya merupakan pejabat Kemenag di daerah yang berupaya meminta bantuan Rommy untuk mendapatkan promosi jabatan.

Di hari itu pula Rommy mengenakan seragam yang paling dihindari para pejabat negeri ini yaitu rompi oranye tahanan KPK. Berkacamata hitam saat itu Rommy sempat memberikan pembelaan diri.

"Saya merasa dijebak," ujar Rommy sembari digiring ke mobil tahanan pada Sabtu, 16 Maret 2019 itu.

Simak vvideo saat Divonis 2 Tahun Penjara, Rommy: Saya Diskusi dengan Keluarga Dulu:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6