Round-Up

Saat Ketua KPK 'Pamer' Tersangka Demi Beri Efek Jera

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 06:39 WIB
Firli
Foto: Ketua KPK Firli Bahuri. (Ari Saputra/detikcom).
Jakarta -

Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan konferensi pers di KPK baru-baru ini. Di bawah kepemimpinan Firli Bahuri, KPK 'memamerkan' tersangka demi mewujudkan efek jera.

Adalah konferensi pers pada Senin (27/4) lalu yang dimaksud dengan gaya berbeda ini. Konferensi pers berlangsung virtual menampilkan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata bersama Deputi Penindakan KPK Karyoto dan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Tampak dua tersangka yang dihadirkan mengenakan rompi oranye tahanan KPK di belakang Alexander Cs. Wajah keduanya tak diperlihatkan. Dua orang itu tampak menunduk dengan posisi membelakangi kamera sehingga hanya punggung mereka yang 'dipamerkan'.

Dua orang yang telah berstatus tersangka itu adalah Ketua DPRD Muara Enim atas nama Aries HB dan Plt Kadis PUPR Muara Enim atas nama Ramlan Suryadi. KPK menyebut proses penyidikan terhadap kedua tersangka ini dilakukan sejak 3 Maret 2019. KPK sempat memanggil kedua tersangka ini tapi tak memenuhi panggilan hingga akhirnya ditangkap pada Minggu (26/4) di Palembang.

"Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji terkait dengan proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2019. Bersamaan dengan dilakukannya penyidikan sejak tanggal 3 Maret 2020, KPK selanjutnya menetapkan 2 orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alex Marwata dalam konperensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube KPK, Senin (27/4).

KPK menduga Aries dan Ramlan turut menerima uang dari pengusaha Robi Okta Fahlefi, yang saat ini sudah divonis 3 tahun penjara dalam kasus ini. Aries diduga menerima uang sebesar Rp 3,031 miliar, sedangkan Ramlan diduga juga menerima uang dari Robi sebesar Rp 1,115 miliar dan telepon seluler merek Samsung Note 10.

KPK Umumkan Penangkapan Tersangka Suap Ketua DPRD-Plt Kadis PUPR Muara EnimKPK 'pamer' tersangka saat konferensi pers. (Foto: Istimewa).

Pemberian uang terhadap kedua tersangka itu bagian dari commitment fee proyek di Dinas PUPR yang diperoleh Robi. Total ada 16 paket pekerjaan di Kabupaten Muara Enim dengan dengan nilai Rp 130 miliar.

Soal gaya KPK yang 'memamerkan' para tersangka di konferensi pers, Ketua KPK Firli Bahuri memberi penjelasan akan kebijakannya itu. Menurutnya, ini terkait dengan masalah keadilan.

"Dengan menghadirkan para tersangka saat konferensi pers diharapkan menimbulkan rasa keadilan, karena masyarakat melihat, 'oh, tersangkanya ada', dan melihat perlakuan yang sama kepada semua tersangka. (Prinsip equality before the law) sudah dihadirkan," kata Firli kepada wartawan, Selasa (28/4/2020).

Firli menekankan kepastian hukum adalah hal utama yang harus diberikan. Menurutnya, dengan adanya kepastian hukum, hal itu bisa memberikan rasa keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat. "Tujuan penegakan hukum adalah memberikan kepastian hukum dan KPK harus hadir memberikan kepastian hukum. Kita harus memberikan keadilan dan juga kemanfaatan bagi masyarakat," tambah mantan Kapolda Sumsel itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2