Ustaz Hanan Attaki Berbagi Tips Agar Feeling Good Ibadah di Bulan Ramadhan

Rosmha Widiyani - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 07:15 WIB
Ustadz Hanan Attaki
Ustaz Hanan Attaki (Foto: Instagram Hanan_Attaki)
Jakarta -

Tanpa terasa, Ramadhan 2020 sudah masuk hari kelima yang makin dekat dengan Idul Fitri. Dengan waktu yang hanya 30 hari, tiap muslim layaknya tidak kendor saat beribadah di bulan Ramadhan.

Namun seiring waktu, ada saja yang menyebabkan ibadah justru makin tak semangat seiring Ramadhan. Menyikapi hal tersebut, Ustaz Hanan Attaki punya tips supaya selalu merasa feeling good saat ibadah.

"Ada tips dari ulama supaya kita merasa nyaman saat beribadah, yaitu berakadlah sama Allah SWT. Saat melakukan suatu kebaikan atau ibadah berakadlah sama Allah SWT bukan dengan makhluk. Sehingga berharap kebaikan hanya dari Allah SWT bukan sesama makhluk yang bisa kecewa," kata Ustaz Hanan dalam detik Kultum Ustaz Hanan Attaki: Feeling Good di Bulan Ramadhan.

Dengan berakad pada Allah SWT, maka niatnya menjadi, 'saya menolong orang lain karena sayaa ingin Allah membantu saya.' Niat tersebut memungkinkan tak ada masalah jika balasan dari orang yang dibantu justru kurang menghargai atau bikin baper. Tanpa rasa kecewa karena tidak berharap pada sesama makhluk, maka beribadah terasa lebih nyaman dan feeling good.

Ustaz Hanan kemudian menceritakan kisah sahabat Nabi SAW, Abu Bakar, yang selalu berbuat baik pada suatu keluarga. Namun keluarga tersebut justru melontarkan fitnah pada Aisyah yang merupakan putri Abu Bakar. Fitnah tersebut menuduh Aisyah telah berselingkuh dengan sahabat Nabi yang lain.

Abu Bakar yang merasa kecewa kemudian bersumpah tidak akan lagi memberi nafkah, membantu, atau mengirim makanan pada keluarga tersebut. Atas sumpah tersebut, Allah SWT memberi teguran lewat Al-Qur'an surat An-Nur ayat 22.

وَلَا يَأْتَلِ أُو۟لُوا۟ ٱلْفَضْلِ مِنكُمْ وَٱلسَّعَةِ أَن يُؤْتُوٓا۟ أُو۟لِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱلْمُهَٰجِرِينَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا۟ وَلْيَصْفَحُوٓا۟ ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Arab latin: Wa lā ya`tali ulul-faḍli mingkum was-sa'ati ay yu`tū ulil-qurbā wal-masākīna wal-muhājirīna fī sabīlillāhi walya'fụ walyaṣfaḥụ, alā tuḥibbụna ay yagfirallāhu lakum, wallāhu gafụrur raḥīm

Artinya: Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ustaz Hanan menjelaskan, Allah SWT telah memberi perintah untuk memaafkan mereka yang menyakiti atau berbuat kurang menyenangkan. Permintaan maaf tetap harus diberikan meski ada perasaan kecewa atau baper. Selain memaafkan, Allah SWT juga memerintahkan berlapang dada atas kesalahan orang tersebut.

"Balasannya adalah ampunan Allah SWT. Kalau kamu memaafkan maka Allah akan memberi maaf atas perbuatanmu. Jika kamu lapang dada maka Allah SWT juga akan melapangkan kesalahanmu ketika beribadah," kata Ustaz Hanan.

Selain itu, Ustaz Hanan juga mengingatkan perniagaan yang paling menguntungkan bagi tiap orang. Perniagaan tersebut adalah beriman dan berdakwah di jalan Allah SWT, seperti yang dinyatakan dalam firmanNya surat Fatir ayat 29-30.

29إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ
30لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ غَفُورٌ شَكُورٌ

Arab latin:

29. Innallażīna yatlụna kitāballāhi wa aqāmuṣ-ṣalāta wa anfaqụ mimmā razaqnāhum sirraw wa 'alāniyatay yarjụna tijāratal lan tabụr
30. Liyuwaffiyahum ujụrahum wa yazīdahum min faḍlih, innahụ gafụrun syakụr

Artinya:

29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,

30. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

Menurut Ustaz Hanan, dengan ayat tersebut Allah SWT ingin meluruskan niat saat berakad untuk berbuat baik. Akad harus dilakukan bersama Allah SWT, bukan dengan sesama makhluk yang bisa berujung kecewa. Berakad dengan Allah SWT memungkinkan tiap muslim feeling bless never stress saat beribadah yang hasilnya adalah kenikmatan selama atau setelah Ramadhan 2020.

Akad dengan Allah SWT tak hanya diterapkan dalam beribadah yang melibatkan orang lain tapi juga yang bersifat ritual. Ibadah ini misalnya sholat dan ngaji, yang bisa menjadi wasilah atau jalan mendapatkan kebaikan dalam hidup. Bentuk ibadah tidak dijalankan demi status dan penghargaan.

Ustaz Hanan Attaki, tak menampik jika penghargaan dari orang lain akan meningkatkan motivasi dalam beribadah atau melakukan perbuatan baik. Namun pemikiran tersebut sesungguhnya kurang bijak diterapkan masyarakat yang lebih dewasa. Akad dengan Allah SWT memungkinkan tiap perbuatan baik mendapat balasan setimpal tanpa rasa kecewa.

[Gambas:Video 20detik]

(row/erd)