Menaker Gaet Akademisi Ciptakan Angkatan Kerja Berkualitas

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 27 Apr 2020 21:44 WIB
Menaker Ida Fauziyah
Foto: dok Kemnaker
Jakarta -

Institusi pendidikan berperan dalam pembentukan angkatan kerja berkualitas. Oleh sebab itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengajak kalangan akademisi untuk berperan aktif dalam membentuk ekosistem ketenagakerjaan yang baik.

Ida mengatakan, ekosistem ketenagakerjaan yang baik membutuhkan SDM tenaga kerja berkualitas dan berdaya saing. Dibutuhkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kami harap kalangan kampus/akademisi mampu terus berperan aktif dalam mencetak angkatan kerja yang berkualitas serta berkontribusi bagi pembangunan ketenagakerjaan ke depan, " ujar Ida dalam keterangan resmi Kemeterian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Senin (27/4/2020).

Ia menjelaskan, berbagai program untuk menanggulangi masalah ketenagakerjaan sudah disiapkan sebelum terjadinya pandemi COVID-19. Kemnaker, kata Ida, menyiapkan program untuk mengatasi skill mismatch dan perluasan kesempatan bekerja.

Upaya yang dilakukan Kemnaker, di antaranya dengan menyelenggarakan pelatihan vokasi dan pelatihan pemagangan terstruktur bekerja sama dengan dunia industri.

"Targetnya adalah mereka yang mengikuti pelatihan ini dapat langsung dan siap bekerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," imbuh Ida.

Kemnaker juga telah menyiapkan platform Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker) yang dapat menyediakan informasi terintegrasi, mulai dari lowongan pekerjaan, jenis pelatihan sampai dengan sertifikasi untuk memenuhi kebutuhan industri kerja.

Kemnaker, lanjut Ida, juga telah memberikan perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat yang ingin berwirausaha.

"Harapannya lapangan usaha yang dibentuk dapat terus berkembang dan menyerap banyak tenaga kerja," kata dia.

Terkait penanggulangan dampak COVID-19 di sektor Ketenagakerjaan, Ida menyampaikan, Kemnaker melakukan refocusing anggaran untuk diarahkan pada program yang dapat menjadi jaring pengaman sosial, maupun berupa kebijakan bagi para stakeholder bidang ketenagakerjaan.

Program-program penanggulangan dampak pandemi COVID-19 yang dibuat Kemnaker, yaitu menjadi mitra aktif Program Kartu Prakerja, dengan mendata para pekerja terdampak COVID-19 untuk dapat diprioritaskan mendapat manfaat program Kartu Prakerja.

Selanjutnya, Kemnaker memberikan insentif pelatihan berbasis kompetensi dan produktivitas untuk mengantisipasi pekerja terkena PHK atau dirumahkan yang belum terakomodir atau gagal mendapatkan kartu Pra Kerja.

Program pengembangan perluasan kesempatan kerja turut disediakan bagi para pekerja terdampak COVID-19 berupa program Padat Karya Infrastruktur dan Padat Karya Produktif yang diberikan dalam bentuk bantuan sarana prasarana, serta uang perangsang kerja (UPK).

Selain itu, dilakukan perluasan kesempatan kerja melalui program Tenaga Kerja Mandiri dan teknologi tepat guna (kewirausahaan) yang diberikan dalam bentuk bantuan modal usaha dan insentif maksimal bagi kelompok usaha.

Ida menambahkan, pandemi COVID-19 ini menjadi momentum bagi Kemnaker untuk mengakselerasi terwujudnya Basis Data Terpadu Ketenagakerjaan melalui Sisnaker yang dapat diandalkan untuk beragam isu ketenagakerjaan. Melalui data tersebut, para pekerja yang terkena PHK dan atau dirumahkan dapat langsung dilacak oleh sistem sehingga kebijakan yang digelontorkan bagi mereka tepat sasaran.

(ega/ega)