Round-Up

Kisah Penggali Kubur Jakarta Disorot Dunia

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 07:45 WIB
Para pekerja di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta, menerima bantuan 60 alat pelindung diri (APD) hamzat, dan ratusan paket sembako.
ilustrasi pemakaman di TPU Pondok Rangon (Foto: Lamhot Aritonang)

Dalam artikel Channel News Asia tersebut, Minar menyebut bahwa sebelum pandemi Corona, dia bisa berhari-hari tidak dipanggil untuk menggali makam karena tak ada yang meninggal. Namun kini dia bisa menggali hingga lima makam sehari.

Dikatakannya, satu tim yang terdiri dari empat orang biasanya dikerahkan untuk menyiapkan satu makam, namun tetap saja itu bukan pekerjaan yang mudah. Terlebih lagi karena sesuai protap virus Corona, pemakaman harus dilakukan secepat mungkin untuk meminimalisir risiko penyebaran virus.

"Saya berlomba dengan waktu. Kadang-kadang ketika satu jasad tiba, makamnya belum siap," tutur Minar seperti ditulis media Singapura tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan jumlah pemakaman dengan protap COVID-19 di Ibu Kota menurun. Penurunan juga terjadi dalam dua hari terakhir.

"Di Pemprov DKI kita memiliki data pemakaman dengan protap COVID-19 yang dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Biasanya selama minggu-minggu sebelumnya angka itu bisa sampai 50, bahkan lebih dari 50 per hari," kata Anies dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Pemprov DKI Jakarta, Rabu (22/4).

Data pemakaman dengan protap Corona di DKI Jakarta turun menjadi 30-40 pemakaman per hari. Dalam dua hari terakhir, ada 29 pemakaman per hari yang dilakukan dengan protap Corona.

Halaman

(gbr/fas)